Jurnalis dan Keluarga Kemping di Alam Pegunungan

0
123

Wartawan Lhokseumawe, Aceh bersama keluar berkemah di alam pegunungan Gunung Sala, Gampong Alu Dua, Nisam Antara, Aceh Utara, Sabtu-Minggu (15/16/2). Aceh24.com

# 4 Tenda Berselimut Kabut

LHOKSEUMAWE- Ditengah hiruk pikuk, polusi udara perkotaan dan penat memburu berita, puluhan wartawan dari berbagai media cetak, online dan elektronik bersama keluarganya yang bertugas di Lhokseumawe-Aceh Utara, nikmati udara segar pegunungan Sala, Dusun Jabal Antara, Gampong Alu Dua, Kecamatan Nisam Antara, Kabupaten Aceh Utara, Sabtu-Minggu (15-16/2).

Seperti dilansir Harian Rakyat Aceh, Empat tenda ukuran sedang pun mengelilingi lokasi ‘Bendung House’ dengan ditemani api unggun untuk sedikit mengusir kedinginan kawasan itu yang mencapai 19 derajat saat malam hari.

Panorama alam dengan pepohonan pinus serta kicauan burung menambah syahdunya semilir angin yang berbarengan sentuhan ranting pinus di sepanjang jalan KKA-Bener Meriah persisnya KM 37. 

Anak-anak mereka pun bermain riang walaupun sajian makan malam baru dimulai pukul 19.30 WIB. Hidangan kari kambing ala koki kawakan ‘Jurnalis’ ternyata mampu membuat ibu-ibu dan anak mereka penuh selera melahapnya.

Iya, itulah olah tangan sang Rahmad Yd fotografer LKBN Antara yang sejak Sabtu petang terus bergelut asap dapur. “Mana lagi daun jeruk purut dan garam.  Tambah tiga lembar lagi daunnya,” pinta pria yang doyan masakan pedas ini

Belanga besar seberat 50 kg itu pun semakin mengeluarkan aroma sedap yang memicu lapar para keluarga wartawan. “Ligat-ligat, Nasi di tungku bagaimana Maskur. Tambah air panas dan siram lagi,” Rahmad mengingatkan.

Lain lagi yang harus dilakoni Bastin, Reza, yang bolak balik harus memacu kenderaan roda duanya membeli kecap, cabe rawit, kopi, gula dan mie instan Ini semua hanya harus terpenuhi karena untuk kepuasan para wartawan bersama keluarga mereka.

Pukul 20.00 WIB, salih berganti wartawan bersama keluarganya tiba ke lokasi. Ya, 12 unit mobil plus kenderaan roda dua sudah memenuhi halaman parkir “Bendung House. Bahkan lima mobil diantaranya pun harus berjejer di tepi jalan. 

Tepat pukul 20.30 WIB, aba-aba untuk menyantap hidangan khas kari kambing pun keluar dari mulut sang koki. “Bismilah. Mari kita nikmati makan malam bersama”  kata Rahmad.

Hanya selang tidak lebih dari 20 menit. Kari kambing dalam belanga besar pun ludes. Selera makan ternyata meningkat tiga kali lipat dari hari biasa. Maklum, udara malam itu cukup sejuk. Sedangkan santapan masih cukup panas. Tentu saja enak bukan.

Pukul 23.30 giliran sate kambing yang jadi sasaran. Belum cukup masak pun sudah keduluan lenyap dari pemanggangan. Paling tidak ada 250 tusuk daging kambing. Mau-tak mau lirikan beralih ke ikan bandeng. Itu juga ludes dengan sekejap.

Sementara itu, disisi selatan dapur dadakan, ternyata sedang mengolah mie rebus. Yang satu ini pun menjadi idola para anak-anak wartawan. “Jangan pedas ya om,” kata Denis anak Agustiar sang Ketua AJI Lhokseumawe.

Ujaran Denis pun disambut tambahan anak Deni Andepa. “Saya juga ya om, sama ngak pedas,” kata gadis kecil ini.

Pokoknya, sudah bapaknya begadang malam Minggu, anak juga ngak mau kalah. Kenapa tidak ? Api unggun yang berada di depan tenda membuat mereka semakin bersemangat. Sayangnya, Rina harus bolak balik juga cuci piring dan gelas.

Ya, Semoga generasi mendatang nantinya juga mencintai alam. Dan senang sekaligus bangga kalau ayah mereka adalah seorang wartawan.

loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.