Jawa Tengah Super Market Bencana, 1,7 Juta Jiwa Mengungsi

0
Foto : Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letnan Jenderal TNI Doni Monardo, bersama Gubernur Jawa Tengah dalam rapat koordinasi penanggulangan bencana di Semarang, Rabu (13/2/2019). BNPB Sutopo

# 1,7 Juta Jiwa Mengungsi Sepanjang 2018

LHOKSEUMAWE-Provinsi Jawa Tengah, merupakan wilayah daerah bencana. BNPB mencatat 582 kejadian sepanjang tahun 2018 mengakibatkan 45 jiwa meninggal dan 1,7 juta jiwa mengungsi.

Gubernur Provinsi Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menyikapi hal tersebut, mengajak semua pihak untuk peduli dan mengerti terhadap ancaman bahaya.

Penegasan itu disampaikan gubernur dalam Rapat Koordinasi Penaggulangan Bencana se Jawa Tengah, Rabu (13/2/2019) di Kantor Gubernur, Semarang.  Demikian siaran pers BNPB yang diterima Aceh24.com disampaikan Kepala Pusat Data Informasi dan Humas, Sutupo Purwo Nugroho.

Menurut Ganjar, wilayah Jawa Tengah dijuluki supermarket bencana. “Siapa saja dapat belajar bencana apa saja, ada di wilayahnya. Kita punya gunung berapi yang banyak, punya sungai yang sangat banyak, kita punya laut. Dan di sisi lain, selalu ada evolusi bumi yang terjadi dimana ada yang disebut bencana,” ujar Ganjar di hadapan jajaran TNI/Polri, BPBD se-Jawa Tengah, perangkat daerah terkait serta media massa.

“Mulai dari mitigasi kita mesti paham, kita berada di daerah mana mesti paham, dan benar ketika kita merencanakan suatu pembangunan seringkali abai, terutama pada tata ruang,” tambah Ganjar.

Senada dengan penyampaian Gubernur, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letnan Jenderal TNI Doni Monardo menegaskan bahwa mitigasi dan pengurangan risiko bencana harus serius untuk dilakukan sejak awal.

“Kita harus bisa menyusun rencana jangka panjang karena peristiwa alam akan berulang. Baik itu tahunan, lima tahunan, seratus tahunan dan seterusnya. Kita tidak boleh egois, pikirkan juga generasi mendatang,” ujar Doni

Doni mengilustrasikan sumber-sumber bencana dari ulah manusia seperti penambangan liar, pembuangan limbah berbahaya yang tidak memperhatikan lingkungan, perambahan hutan, maupun pemanfaatan lahan yang tidak tepat. Selain itu, Doni juga menambahkan bahwa sumber bencana lain yaitu bersumber dari peristiwa alam.

Menghadapi ancaman bencana, pihaknya menekankan pada beberapa komponen utama. Kerjasama dan sinergi multi-pihak antara pakar atau akademisi, dunia usaha, pemerintah, masyarakat dan media perlu pelibatan secara nyata.

Sementara itu, melihat potensi ancaman bahaya di Provinsi Jawa Tengah, fenomena seperti aktivitas vulkanik, kegempaan dan tsunami menjadi perhatian dalam rapat koordinasi. Hadir pada rapat tersebut, Kepala BPPTKG Hanik Humaida, Pusgen Gayatri Indah Marliyani, dan Peneliti BPPT Widjo Kongko. Aceh24.com

 

Foto : Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letnan Jenderal TNI Doni Monardo, bersama Gubernur Jawa Tengah dalam rapat koordinasi penanggulangan bencana di Semarang, Rabu (13/2/2019). BNPB Sutopo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.