AcehBerita FotoNusantaraOtomotif

Hutang Clear, Baru Cerita Mobil Dinas Bupati Aceh Utara

Toyota Land Cruiser, Prado-internet

# Sekda : Bupati Pakai Mobil Bekas Tahun2007

LHOKSUKON- Hari gini masih mimpi ingin beli mobil dinas ? Sungguh terlalu dan tidak punya rasa malu. Itulah setidaknya disampaikan oleh Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unimal, Muslem Hamidi menyikapi Pemerintah Aceh Utara ‘ngotot’ anggarkan pengadaan mobil Rp 3,3 miliar.

Kenapa tidak ? Pengusulan mobil dinas untuk Bupati Aceh Utara mencapai Rp 1,7 miliar. Kemudian Wakil Bupati, mobil Pamtup dan untuk istri bupati. “ Kita sangat mengecam rencana pengadaan mobil tersebut. Jelas terlihat bahwa pemerintah Aceh Utara memang tidak pernah peduli terhadap kebutuhan masyarakat,” ujar Muslem dalam siaran pers yang diterima Aceh24.com, Senin (15/10).

Sementara itu, Sekda Aceh Utara, Abdul Aziz kepada wartawan menjelaskan bahwa mobil dinas Bupati Aceh Utara, H Muhammad Thaib gunakan adalah mobil keluaran lama Land Cruiser, Prado tahun 2007. Mobil itu masa bupati Ilyas Pase. Dan, sampai saat ini menggunakan mobil itu, Bupati Aceh Utara.

Sedangkan Ketua BEM Unimal menilai rencana pembelian empat unit ‘kuda besi’ merupakan perilaku memalukan. “Kita melihat ini adalah sebuah perilaku yang sangat memalukan, bupati dan wakil bupati seakan-akan memang tidak punya urat malu,” kata Muslem Hamidi.

Menurut dia,  pengadaan mobil ini juga sudah diusulkan sebelumnya oleh Pemkab Aceh Utara pada tahun anggaran 2018. Sehingga ini menjadi ambisi bupati dan wakil bupati yang sempat tertunda untuk memiliki mobil dinas baru namun disaat kondisi ekonomi Aceh Utara yang sangat terpuruk.

“Persoalan hutang Aceh Utara yang belum selesai, dan ada juga beberapa kewajiban lain pemerintah daerah yang belum diselesaikan. Tetapi Pemerintah Aceh Utara justru malah ingin memasukkan kembali pengadaan mobil dinas yang telah dicoret sebelumnya oleh gubernur pada saat di evaluasi,” ungkap calon intelektual muda ini.

“Kita sangat menyesali dan mengecam ini, jika memang pengadaan mobil tersebut masih tetap dipaksakan.Pemerintah Aceh Utara jangan suka bermain-main dengan anggaran negara,” paparnya.

Lebih lanjut disebutkan,  apabila bupati dan wakil Bupati Aceh Utara sudah tidak lagi memiliki kepedulian dan tidak lagi memihak kepada rakyat Aceh Utara maka DPRK Aceh Utara kita harapkan masih punya kepedulian itu, dan harus mencoret usulan tersebut.

“Selesaikan lah dulu persoalan hutang dan ekonomi rakyat Aceh Utara, bukan tidak boleh untuk mengadakan mobil baru tetapi tidak tepat apabila itu kembali dilakukan saat ini,” pungkas Ketua BEM Unimal, Muslem Hamidi. Aceh24.com

 

Foto : Land Cruiser Prado-internet

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Back to top button
%d blogger menyukai ini: