Hutan Dirambah 264 Ribu Jiwa Terancam Krisis Air

0
36
loading...
Foto : Aksi GEMPUR menolak penguasaan lahan hutan oleh PT RPPI karena ancaman krisis air bagi kebutuhan hidup 264 ribu jiwa dan satwa. Aparat kepolisian mengawal aksi yang berlangsung di kawasan Taman Riyadah, atau persisnya di persimpangan Bank Indonesia, Lhokseumawe, Kamis (15/8) Aceh24.com

LHOKSEUMAWE-Gerakan Masyarakat Pasee Peduli Air (GEMPUR) menggelar aksi di kawasan Taman Riyadah, Lhokseumawe, Kamis (15/8) terkait penguasaan lahan hutan mencapai 10.384 hektar di Aceh Utara. Efeknya,  ancaman krisis air bagi kebutuhan hidup 264.920 jiwa di Aceh Utara.

Koordinator GEMPUR, Musliadi Salidan dalam orasinya menyebutkan dampak buruk PT RPPI memiliki izin usaha pemanfaatan hasil hutan kayu dalam Hutan Tanaman Industri, sesuai SK Gubernur Aceh, nomor 522.51/569/2011, serta perubahan SK nomor 522.51/441/2012 dengan jangka waktu 60 tahun dan dapat diperpanjang satu kali untuk jangka waktu 35 tahun.

“Sebanyak 264.920 jiwa yang memiliki ketergantungan sumber air pada DAS Krueng Mane dan Krueng Pase, terancam krisis air. Ini disebbkan izin PT RPPI berada di kawasan hulu DAS yang berfungsi sebagai penyediaaan air bagi 13 kecamatan di Aceh Utara,” kata Musliadi.

Tak hanya ancaman krisis air bagi manusia, tetapi juga berdampak pada habitat satwa liar yang dilindungi. “Hilang sumber ekonomi warga dari hasil hutan non kayu seperti rotan,” tambahnya.

Lebih ironis lagi, hilangnya lahan yang dikelola masyarakat akibat tumpang tindih dengan PT RPPI. “Ancaman bencana alam karena kawasan itu merupakan kawasan rawan bencana level menegah dan tinggi,” ujar Musliadi Salidan.

Oleh karena itu, GEMPUR meolak segala kegiatan operasional PT RPPI di Aceh Utara. Dan, kepada Pemerintah Aceh untuk mencabut izin PT RPPI yang telah dikeluarkan.

Macet

Aksi puluhan aktivis tersebut berlangsung lancar dengan pengawalan aparat kepolisian. Kendati demikian, karena berangsung di jalan protocol Lhokseumawe, persisnya di persimpangan empat depan Bank Indonesia, maka kemacetan pun terjadi.

Amatan Rakyat Aceh, antrian kenderaan ketika traffic light warna merah, maka panjang pemberhentian pun melewati SPBU Kuta Blang. Jalan yang lebar mencapai 20 meter tak mampu menampung padatnya arus lalu lintas saat itu.

Syukurnya, polisi pengatur jalan dengan sigap memantau semua kenderaan. Bahkan, sesekali polisi lalu lintas harus memberi teguran kepada pengendera mobil yang tak memakai sabuk pengaman. Hal serupa juga dilalukan bagi pengguna sepeda motor yang tidak mengikut tali helm.

Dengan ramah, pemasangan tali helm pun dilakukan oleh petugas polisi lalu lintas. Dan, mendapat perhatian bagi pengguna jalan lainnya. Sampai aksi GEMPUR berakhir kegiatan berjalan aman. Aceh24.com

 

Foto : Aksi GEMPUR menolak penguasaan lahan hutan oleh PT RPPI karena ancaman krisis air bagi kebutuhan hidup 264 ribu jiwa  dan satwa.  Aparat kepolisian mengawal aksi yang berlangsung di kawasan Taman Riyadah, atau persisnya di persimpangan Bank Indonesia, Lhokseumawe, Kamis (15/8)  Aceh24.com

loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.