AcehBerita FotoNusantara

Hermes Hotel Banda Aceh di Demo

Masa FAKSI melakukan aksi mendatangi Hotel Hermes Banda Aceh, yang diduga telah menjadikan tempat pelanggaran syariat. Istimewa

Diduga Tempat Langgar Syariat Islam

Hermes Palace Hotel Didemo

BANDA ACEH-Hotel berbintang lima di Banda Aceh, tiba-tiba ramai di datangi polisi. Tak terkecuali polisi wanita (polwan) ikut ambil bagian. Kenapa ? Pasalnya,  ada masa yang tergabung dalam Front Anti Kejahatan Sosial (FAKSI)  berupaya membela Syariat.

Aksi mendatangi Hotel Hermes tidak terlepas dari dugaan beredar khabar terjadi pesta waria beberapa waktu lalu dan menjadi pemberitaan melalui medsos. Aceh, sebagai daerah syariat islam ‘tercoreng’ dengan adanya kegiatan itu.

Masa dalam kesempatan itu meminta pemerintah jangan tutup mata.  Tentunya harus mengambil sikap tegasi –bila kebenaran adanya pesta waria.

Macam komentar yang keluar saat aksi mendatangi hotel Hermes oleh FAKSI. Setidaknya Aceh adalah daerah syariat. Jadi jangan buat yang macam-macam. Masyarakat sudah tahu beberapa kali terjadi pelanggaran syariat. Terakhir adanya pesta waria.

Sayangnya, GM Hermes Hotel, Safrial Munaz saat dihubungi Aceh24.com di nomor ponselnya, tak menjawab.  Bisa jadi, nomor  tidak terdata di ponsel GM langsung kena block. Begitupun Whatsap ngak dibalas oleh GM Hermes.

Namun, GM Hermes ini saat bertemu dengan kalangan Forkopinda Banda Aceh, tiga hari lalu, menyangkal adanya pesta waria di hotel.  Munaz justru berdalih hanya kegiatan ulang tahun. Tak itu saja, saat pemesanan hotel pun tertera nama icha.

Kendati demikian, Hotel Hermes tidak saja menjadi sorotan masyarakat. Sampai-sampai salah seorang senator Aceh,  H Sudirman, meminta hotel yang  naik ‘pangkat’ jadi bintang lima sejak akhir Mei 2017 lalu dievalusi secara serius.

Sedangkan, saat aksi  datang dari FAKSI-mendatangi hotel, personil polisi di Banda Aceh, juga sempat membawa Baracuda. Dan, barisan Polwan tak tinggal diam membuat pagar betis.

Nah, hanya saja. Adakah komitmen GM Hotel Hermes tentang malam pergantian tahun ini. Bila juga tak digubris, pantas saja, Hermes harus tutup, ujar  Ridwan salah seorang warga Lhokseumawe,  saat dihubungi terpisah Aceh24.com.

 

“Tutup saja Hermes tidak lapar masyarakat Aceh,” kata Ridwan  dengan nada keras dan di Amini rekan semeja ngopi Lukman.   Aceh24.com.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Back to top button
%d blogger menyukai ini: