AcehBerita FotoNusantara

HMI Nilai Aneh Pemerintah Aceh Utara Pinjam Uang Rp 60 Miliar

Foto dok : Kalangan warga Sawang memblokir jalan karena rusak parah. Rusaknya jalan sudah berlangsung lama. Ini tidak terlepas dari truk ber tonase besar membawa galian C. Kadis PU Bina Marga, Edi Anwar baru datang ke TKP bila ada pemblokiran. istimewa

LHOKSEUMAWE-Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Lhokseumawe-Aceh Utara, M Atar menilai Pemerintah Aceh Utara, meminjam uang ke lembaga perbankan Rp 60 miliar suatu keanehan.

“Memangnya percepatan ekonomi itu fokusnya dimana ? Ekonomi dibidang ? Apa yang mau dipercepat. Harus jelas dong,” kata M Atar kepada Aceh24.com, Jum’at (31/8).

“Selama ini yang ada kan cuma bagi-bagi tender atau proyek saja yang bersumber dari APBK Aceh Utara,” ujar Ketum HMI ini lagi.

Menurut M Atar, kalau tidak jelas pengalokasiannya seperti ini, masyarakat Aceh Utara bisa saja mencurigai bahwa Pemerintahan Aceh Utara baik Eksekutif dan Legislatif tidak paham manajemen ekonomi.

“Kita bisa melihat sendiri bahwa pihak pemerintah tidak pernah memaparkan tentang perkembangan ekonomi di Aceh Utara, dan kita juga tidak tau mereka berfokus pada percepatan ekonomi di bidang apa,” kata M Atar.

Lebih lanjut disebutkan, saat ini Aceh Utara sedang dalam masa-masa sulit mengingat defisit anggaran di tahun lalu mencapai Rp 197 miliar  dan sekarang mau menambah hutang sebanyak Rp 60 miliar  engan alasan yang tidak jelas, ini benar-benar sesuatu yang perlu dipertanyakan. “Aneh memang”,pungkas Ketum HMI Lhokseumawe-Aceh Utara, M Atar.

              Ke Jakarta Minta Restu Mendagri

Seperti pemberitaan sebelumnya, pasca 1 x 24 jam persetujuan peminjaman uang Rp 60 miliar dalam Rapat Paripurna Ke 8 Masa Persidangan II DPRK Aceh Utara, Tahun 2018, Selasa malam (28/8), pejabat kabupaten yang memiliki 852 desa terbang ke Jakarta. Tentu saja termasuk anggota dewan terhormat, Kamis (30/8) bergerak ke ibukota negara minta ‘restu’mendagri.

Sebelumnya, Persidangan yang dibuka oleh Wakil Ketua DPRK Aceh Utara, H Abdul Mutaleb turut dihadiri Wakil Bupati Aceh Utara, Fauzi Yusuf.

Hanya saja perlu diketahui dalam RPJM Aceh Utara 2017-2022 yang dibuka Wakil Bupati Fauzi Yusuf, di aula Kantor Bupati, Kamis, 28/12/2017 lalu, tak tertera paket rencana peminjaman Rp 60 miliar.  Aceh24.com

Related Articles

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button
%d blogger menyukai ini: