AcehBerita FotoNusantara

Hasil ‘OTT’ di Dinas Pendidikan Aceh Utara ?

ilustrasi

# Ketua Saber Pungli Aceh : Kombes Pol Erwin Faisal

LHOKSUKON-Pemeriksaan tim Sapu Bersih (saber) Pungutan Liar  (pungli) Aceh yang memeriksa delapan pejabat dan pegawai honorer di lingkungan Dinas Pendidikan Aceh Utara, masih menyisakan tanda tanya, pasca “OTT”.

Kenapa tidak ? Setelah berlangsung perjalanan pemeriksaan sejak medio September lalu, kalangan masyarakat di Aceh Utara dan wartawan belum memperoleh informasi  hingga saat ini soal status yang diperiksa. Lolos ataukah tersangka.

Ketua Saber Pungli Polda Aceh, Kombes Pol Erwin Faisal yang dihubungi Aceh24.com Rabu sore (26/9) ingin menanyakan adakah tersangka ‘OTT’ Berapa orang ?  “ Masih melengkapi administrasinya. Nanti kalau sudah lengkap dapat ditanyakan ke sekretaris,” ujar Erwin.

Selang kemudian, Humas Kajati Aceh, Munawal yang dikontak memberikan jawaban belum mendapat informasi lengkap. “Saya tidak monitor. Karena kewenangan tim saber,” balas Munawal via whatsaap sekira pukul 17.04 WIB.

Seperti pemberitaan sebelumnya, Tim Sapu Bersih Pungli Aceh yang terdirii dari Polda dan Kejaksaan Tinggi memeriksa delapan pejabat dan pegawai honorer di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Aceh Utara.

Pemeriksaan tim saber pungli tidak terlepas dari pengaduan adanya pemotongan dana PAUD dan TK. Kasus pungli dilaporkan sudah berlangsung sejak 2017 hingga 2018 ini.

Sementara jumlah TK dan PAUD di Aceh Utara, baik swasta maupun negeri  mencapai 311 sekolah.   Nah, berawal dari laporan yang datang ke tim saber pungli Aceh itulah,  pemeriksaan terhadap 8 (delapan) pejabat. Tak terkecuali dengan Kepala Dinas dan Kabid Paud.

Sehingga berkembang delapan orang menjalani pemeriksaaa adalah :

  1. Kadis Pendidikan Aceh Utara, Sai,M.Pd
  2. Kabid PAUD (Hus, S.Pd)
  3. Kasi PAUD (Hel)
  4. Operator Dispodik (Saf)
  5. AW (Pembuat Proposal)
  6. Ern (Pembuat Proposal)
  7. Erni (Pengutip dana 2018)
  8. Cut I (Pengutip dana 2017).

Sebelumnya, Koordinator MaTA berharap tim Saber pungli harus transparan untuk hasil tindakan.  Dan ini menjadi taruhan karna kalau peristiwa tersebut kasusnya kabur maka publik patut curiga dan kepercayaan publik terhadap saber pungli Aceh sama sekali tidak ada.

“Siapa pun yang di duga terlibat atau menerima setoran dari hasil pungli harus di sikat dan ini momentum dalam bersih bersih dunia pendidikan di Aceh yang telah lama di kotori oleh oknum – oknum yang bermental korup,” kata Alfian. Aceh24.com

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Back to top button
%d blogger menyukai ini: