AcehBerita FotoNusantara

Harga Gas 3 Kg Menggila —-Disperindagkop Segera Sidak

Foto : Petugas SPPBE di Lhokseumawe, sedang melakukan pengisian gas di tabung 3 kg untuk masyarakat miskin. Sayangnya, harga gas itu, dimanfaatkan oleh kaum mampu sehingga masyarakat miskin harus menebus sampai Rp 35 ribu, Kamis (23/11). Aceh24.com

LHOKSEUMAWE-Harga gas untuk masyarakat miskin kian menggila. Kenapa tidak ? Pasalnya, gas  ukuran 3 kg mencapai Rp 35 ribu.  Sementara harga gas dimaksud hanya Rp 18 ribu.

Operation Manager SPPBE, Kuta Kandang Gas, Bastian selaku penyalur resmi ke tiga agen di Kota Lhokseumawe,  mengakui  pihaknya menyalurkan sesuai kuota. Tentu saja sesuai harga pemerintah yaitu Rp 18 ribu.  “ Ada 4.300 tabung gas kita distribusi untuk wilayah Kota Lhokseumawe, setiap harinya.  Sedangkan wilayah Aceh Utara, mencapai 11.500 tabung,” kata Bastian.

Ditempat terpisah, Kadisperindagkop Kota Lhokseumawe, Alimuddin yang dikonfirmasi  secara terpisah, Kamis sore membenarkan harga gas 3 kg sudah mencekik leher.

Menurut dia, itu semua tidak terlepas dari penjual nasi dengan katagori warung besar pun menggunakan gas 3 kg. “ya, kita mengetahui ada warung besar menjual nasi memanfaatkan gas untuk masyarakat miskin. Padahal, mereka kan katagori pengusaha besar. Seperti warung nasi AA,” ujar Alimudin.

Disinggung kian mahal harga gas, Alimudin mengatakan pihaknya segera melakukan sidak ke distributor yang nakal dan warung-warung besar memanfaatkan gas 3 kg.

“Kita akan beri sangsi bagi warung katagori besar memanfaatkan gas 3 kg. Bila perlu tabung akan kita sita. Karena mereka sudah menggunakan yang bukan haknya. Sehingga masyarakat miskin yang menderita,” kata Alimuddin via telepon selular sekira pukul 16.02 WIB.

Foto : Petugas SPPBE di Lhokseumawe, sedang melakukan pengisian gas di tabung 3 kg untuk masyarakat miskin. Sayangnya, harga gas itu, dimanfaatkan oleh kaum mampu sehingga masyarakat miskin harus menebus sampai Rp 35 ribu, Kamis (23/11). Aceh24.com

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button
%d blogger menyukai ini: