AcehBerita FotoNusantara

H+5 Gempa NTB, 270 Ribu Pengungsi, 321 Meninggal

Foto : Rumah rata dengan tanah akibat gempa 7 SR guncang Lombok. Istimewa

# RAPI ACEH PEDULI LOMBOK

LHOKSEUMAWE-Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho mengatakan H + 5 jumlah pengungsi akibat gempa di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) mencapai 270.168 jiwa yang tersebar di ribuan titik.

“Jumlah pengungsi juga diperkirakan bertambah mengingat belum semua terdata dengan baik,” tulis Sutopo dalam rilisnya.

Sementara itu, Komunitas Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) Aceh, menggelar penggalangan dana peduli Lombok. “Untuk meringankan beban dan penderitaan saudara-saudara kita akibat gempa di NTB, Kita selaku relawan kemanusiaan RAPI Aceh melalui ketua wilayah agar bisa melakukan pengumpulan sumbangan di wilayah masing-masing,” himbau Wakil Ketua1  RAPI Aceh,   T Muwqhayat Syah (JZ 01 BTM), Jum’at.

Sedangkan RAPI Wilayah Lhokseumawe, sudah mulai menjalankan himbauan kemanusiaan itu. “Kita sudah mulai laksanakan himbauan dari RAPI Aceh,”kata JZ 01 KRI kepada Aceh24.com,

Peristiwa alam di NTB, ungkap sarjana geografi lulusan 1993 Universitas Gajah Mada, Yogyakarta,Sutopo Purwo Nugroho lebih lanjut , dibeberapa tempat dilaporkan masih terdapat pengungsi yang belum menerima bantuan. Terutama di Kecamatan Gangga, Kayangan dan Pemenang yang berada di bukit-bukit dan desa terpencil.

BNPB pun merilis hingga Jum’at (10/8) dampak gempa bumi 7 SR mencapai 321 orang meninggal tersebar di Kabupaten Lombok Utara 273 orang, Lombok Barat 26 orang, Lombok Timur 11, Kota Mataram 7, Lombok Tengah 2, dan Kota Denpasar 2 orang.

Sebanyak 321 orang meninggal tersebut semuanya sudah diverifikasi. Adanya laporan-laporan tambahan jumlah korban meninggal dunia masih dilakukan verifikasi. Artinya jumlah korban meninggal dunia lebih dari 321 orang. Namun masih memerlukan verifikasi, ungkap Sutopo.

Untuk mengatasi ini, distribusi bantuan menggunakan 3 helikopter dari BNPB dan Basarnas. Bantuan dari darat terus disalurkan. Bahkan melibatkan banyak relawan dari komunitas pecinta mobil dan masyarakat yang memiliki kendaraan untuk membantu distribusi bantuan. Dapur umum dan pos kesehatan banyak yang didirikan untuk melayani pengungsi.

Data sementara kerusakan rumah mencapai 67.875 unit rumah. Pendataan masih dilakukan. Dari hasil analisis citra satelit terlihat kerusakan bangunan masif terjadi di Kabupaten Lombok Utara. Hampir 75 persen permukiman hancur dan rusak. Ini disebabkan paling dekat dengan pusat gempa dan menerima guncangan gempa dengan intensitas VII MMI.

Rumah dengan konstruksi yang kurang memenuhi standar rumah tahan gempa tidak akan mampu menahan guncangan keras sehingga roboh.

Kerusakan fisik meliputi 67.857 unit rumah rusak, 468 sekolah rusak, 6 jembatan rusak, 3 rumah sakit rusak, 10 puskesmas rusak, 15 masjid rusak, 50 unit mushola rusak, dan 20 unit perkantoran rusak. Angka ini juga sementara.

Kerugian dan kerusakan akibat gempa 6,4 SR dan 7 SR di NTB dan Bali diperkirakan lebih dari 2 trilyun rupiah. Kerugian dan kerusakan ini meliputi sektor permukiman, infrastruktur, ekonomi produktif, sosial budaya dan lintas sektor. BNPB masih melakukan hitung cepat untuk menghitung kerugian ekonomi, pungkas Sutupo Purwo Nugroho. Aceh24.com

Related Articles

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button
%d blogger menyukai ini: