Gubuk Pabrik Ektasi di Gerebek

0
Konprensi pers penggerebekan pabrik ektasi di Aceh Utara, oleh Polres Lhokseumawe, Kamis sore (18/7) Aceh24.com

LHOKSEUMAWE-Polisi berhasil mengungkap ‘pabrik’ pil ektasi di Desa Alu Garot, Sawang Aceh Utara. Dalam penggerebekan awal tersangka setidaknya 2 ribu butir siap pakai disita dari tersangka.

Demikian Kapolres Lhokseumawe, AKBP Ari Lasta Irawan, diwakili Waka Polres Kompol Mughi Prasetyo serta dihadiri Dir Narkoba Polda Aceh, Kombes Pol M Anwar , R, SH, SiK dan Ka Lapfor Cabang Medan, Kombes Wahyu Marsudi, M.Si saat menggelar konferensi pers, di Mapolres Lhokseumawe, Kamis petang (18/7).

Selain berhasil mengungkap’ pabrik’ pembuat pil ekstasi, jajaran aparat kepolisian juga menemukan ladang ganja seluas 5 hektar di Dusun Alue Leuhop, Desa Lancok, Kecamatan Sawang, Aceh Utara. Dua tersangka MU (36) dan SF (26)  berhasil diamankan berikut 20 kg ganja kering dan mesin pompa air, Rabu (17/7).

Sementara itu, pengungkapan produksi home industri pil ‘ektasi’ berwarna merah yang diduga mengandung Methampethamine sebanyak 2.000 butir oleh Satres Narkoba Polres Lhokseumawe, berlangsung di Desa Blang Panjang, Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe , Senin lalu (15/7).

Pelaku  MI (19) warga Blang Naleng Mameh, Kecamatan Muara Satu, tak berkutik ketika dibekuk aparat berikut barang bukti berupa dua bungkus narkotika jenis ektasi berwarna merah sebanyak 2.000 butir.

Lalu, satu paket sabu seberat 0,42 gram. Diamankan satu unit sepeda motor jenis Honda Beat warna putih, Sembilan lembar plastic warna putih transparan dan uang Rp 400 ribu.

Kronologis penangkapan MI berawal dari laporan masyarakat, kata Kapolres AKBP Ari Lasta. “Tersangka ditangkap saat dalam perjalanan menuju Lhokseumawe, dengan menggunakan sepeda motor. Hasil penggeledahan ditemukan dua  bungkus paket yang diduga ekstasi dan sabu,” katanya.

Lebih lanjut dijelaskan, dari hasil pemeriksaan MI mengatakan bahwa narkotika jenis ektasi merupakan hasil buatan tersangka bersama tiga rekannya masing-masing B, J dan D. Ketiga merupakan Daftar Pencarian Orang.

Pembuatan pil tersebut dilakukan di sebuah gubuk kawasan di Desa Alu Garot, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara. Disini polisi amankan beberapa alat bukti buat pil ektasi itu antara lain 1 bungkus serbuk warna hijau, 1 mesin blender merk Nagoya, dua buah terong berduri dan  dua kertas obat bekas sakit kepala.

Saat ini mendekam di Polres Lhokseumaweguna proses lebih lanjut.

Tersangka terancam pidana yang diterapkan Pasal 112 ayat (2) Jo Pasal 113 ayat (2) Jo Pasal 114 ajat (2)dan UU RI No 35tahun 2009 tentang Narkotika.

Ancaman pidana mati penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun.  Denda paling sedikit Rp 1 miliar dan paling banyak Rp 10 miliar. Aceh24.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.