AcehBerita FotoNusantara

GMAK Minta KPK Basmi Wabah Korupsi di Aceh

Seratusan masa mendesak KPK membasmi wabah korupsi di Aceh, tanpa tebang pilih. Aksi berlangsung di kawasan Taman Riyadah, Lhokseumawe, Kamis siang (19/7/2018). Aceh24.com

LHOKSEUMAWE-Seratusan massa yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Anti Korupsi (GMAK) Kota Lhokseumawe, mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membasmi wabah koruptor di Aceh sampai ke akar-akarnya, Kamis siang (19/7).

Terutama indikasi korupsi dalam penyalahgunaan Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA)  yang disalurkan untuk Provinsi paling barat nusantara ini, yang masuk katagori termiskin nomor tiga di Indonesia.

“ Yang terlibat harus di hukum sesuai Undang-Undang dalam Negara kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Tanpa pilih kasih,” kata salah seorang peserta aksi dan disambut yel-yel.

Aksi damai ini untuk mendukung tugas KPK mengusut tuntas para pelaku korupsi di Aceh dari level kepala daerah hingga level bawah.

Sebelum menggelar aksi, massa yang lebih dominan perempuan memakai cadar, awalnya berkumpul di halaman Mesjid Agung Islamic Center Lhokseumawe,

Seusai melaksanakan solat, maka sekira pukul 14.30 WIB, mereka bergerak ke kawasan Taman Riyadah yang nota bone, lajur protocol menuju Kota Lhokseumawe. Kemudian menyampaikan orasi.

Sejumlah spanduk dan poster bertuliskan antara lain, “ KPK Basmi Wabah Koruptor di Aceh” KPK Segera Buka Kantor Khusus Untuk Aceh,” dan  “Tangkap Koruptor di seluruh Aceh,”

Aksi juga mendapat dukungan dari Ketua Umum Front Pembela Islam (FPI) Aceh, Tgk. Muslim At Thahiri. Sebelumnya, Ketum FPI Aceh pun pernah mengeluarkan statemen potong tangan koruptor.

Kegiatan dukung KPK memberantas korupsi di provinsi berpenduduk mendekati 5,5 juta jiwa itu, di kordinir langsung oleh Koordinator Aksi GMAK, T. Khairul Rijal.

“Jangan ada kelompok tertentu di Aceh dengan mengataskan namakan masyarakat Aceh untuk membela pelaku tindak korupsi,” ujar T. Khairul Rijal, dalam orasinya dihadapan seratusan masa

 

Apalagi, sudah triliunan rupiah lebih DOKA diberikan untuk Aceh, tapi kita rakyat Aceh masih hidup dibawah garis kemiskinan. Kasus indikasi korupsi ini sangat memalukan dan menjatuhkan marwah Aceh, pungkas T Khairul.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Back to top button
%d blogger menyukai ini: