AcehBerita FotoNusantara

Giliran 11 Ketua Pokja “Dilirik” KPK Hari Ini

 

Foto : Tim Anti Rasuah menggeledah kantor di Bener Meriah, terkait Bupati Ahmadi OTT, dok

LHOKSEUMAWE- Setelah kemarin (Senin-red) KPK memeriksa 16 saksi terkait DOK Aceh 2018. Hari ini, giliran 11 Ketua Pokja, sawasta dan staf PUPR diperiksa.

“Hari ini diagendakan pemeriksaan terhadap 13 orang saksi di Aula Diskrimsus Polda Aceh untuk tersangka IY,” ungkap Juru Bicara KPK RI, Febri Diansyah, Selasa (14/8) kepada Aceh24.com .

Pemeriksaansaksi berlangsung di Diskrimsus Polda Aceh, guna penyidik mendalami dugaan peran dan perintah tersangka Irwandi Yusuf, Gubernur Aceh non aktif serta penerimaan-penerimaan lain yang terkait dengan proyek-proyek Aceh Marathon. “Dan, proyek lain di Aceh,” papar Febri.

Lebih lanjut disebutkan sarjana jebolan Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta ini, KPK juga terus menggali keterkaitan sejumlah proyek dengan saksi Steffy Burasa, yang telah beberapa kali diperiksa KPK di Jakarta sebelumnya.

Seperti pemberitaan sebelumnya, rincian informasi aliran dana yang diduga terkait Aceh Marathon terus diklarifikasi oleh penyidik.  Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyebutkan semakin mendapat bukti-bukti yang terkuat dalam kasus ini.

Dijelaskan, Febri  para saksi berasal dari unsur staf khusus Gubernur, Pejabat di Biro Hukum, PNS, pejabat dan anggota TAPA, BPKS dan staf PUPR.

Menurut dia, penyidikan dalam kasus ini terus dilakukan KPK untuk memperdalam proses-proses pembahasan dan pengalokasian DOK Aceh 2018.

Sejumlah saksi dari pejabat Kementerian Dalam Negeri dan pejabat Aceh telah diperiksa.

Sekedar mengingatkan, KPK menetapkan Gubernur Aceh dan Bupati Bener Meriah, terkait dana Otsus yang digelontorkan dalam APBN 2018 untuk provinsi paling barat nusantara ini sebanyak Rp 8 triliun.  KPK pun membawa 9 orang ke Jakarta dari hasil OTT di Takengon dan Banda Aceh, Selasa lalu (3/7).

Penangkapan diawali saat tim mengidentifikasi adanya penyerahan uang Rp 500 juta di sebuah hotel di Banda Aceh,  Selasa siang dari MYS kepada FDL.

Lalu diduga FDL menyetor uang ke BCA dan Bank Mandiri, masing-masing Rp 50 juta, Rp 190 juta dan Rp 173 juta.

Selanjutnya, tim risuah mengamankan FDL bersama beberapa temannya di sebuah Café di Banda Aceh. Dan dilanjutkan pengembangan mengamankan beberapa orang di lokasi terpisah.  Seperti TSB diamankan disebuah kantor rekanan dengan uang Rp 50 juta. Lalu, HY teman TSB disebuah café sekira pukul 18.30.

Tak sampai disitu saja, tim bergerak menuju Pendopo Gubernur sekira pukul 19.00 WIB dan mengamankan Irwandi Yusuf kemudian dibawa ke Mapolda Aceh untuk pemeriksaan.

Secara paralel, di Bener Meriah, mengamankan Bupati Ahmadi, sopir dan ajudannya di sebuah jalan Takengon, pukul 19.00 WIB.  Dilanjutkan DLM pukul 22.00 wib di kediamannya di Bener Meriah.

Kontruksi perkara, diduga pemberian  Bupati Bener Meriah Ahmadi kepada Gubernur Aceh Rp 500 juta bagian dari Rp 1,5 miliar terkait fee ijon proyek dana otsus 2018.

Diduga pemberian tersebut merupakan komitmen  fee 8 persen yang menjadi bagian untuk pejabat di Pemerintahan Aceh, dari setiap proyek yang dibiayai dari dana DOK Aceh 2018. Aceh24.com

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Back to top button
%d blogger menyukai ini: