Gempa Sulteng 1.300 KK Sempat Mengungsi

0
6
loading...
Foto : Kondisi 1.300 KK pengungsi di Kabupaten Kepulauan Banggai yang mengungsi sejak, Jum’at malam (12/4). Sabtu pagi ini mereka kembali ke rumah masing-masing. BNPB Sutopo.

LHOKSEUMAWE- Situasi masyarakat di beberapa wilayah pasca gempa Sulteng 6,8 SR dan ditariknya peringatan dini tsunami sudah kondusif. Hanya saja masyarakat masih ada yang mengungsi di Kabupaten Kepulauan Banggai, Sabtu (13/4) mencapai 1.300 kepala keluarga .

Demikian informasi diperoleh Aceh24.com dari Kepala Pusat Data Informasi dan Humas, Sutopo Purwo Nugroho, Sabtu pagi ini.

“Berdasarkan pantauan Pusat Pengendali Operasi BNPB, situasi masyarakat di beberapa wilayah sudah kondusif pascagempa M 6,8 yang terjadi pada Jumat (12/4), pukul 18.40 WIB,” tulis Sutopo.

Lebih lanjut disebutkan, kondisi masyarakat di Kota Palu, Luwu, Banggai, Kepulauan Banggai sudah kondusif. Beberapa warga di Kabupaten Banggai masih ada di pegunungan karena rasa takut, demikian juga mereka yang ada di Kabupaten Kepulauan Banggai. Namun sebagian besar warga yang awalnya mengungsi telah kembali ke rumah masing-masing.

Meskipun BMKG sudah menyatakan peringatan dini tsunami diakhiri sejak semalam. Namun tidak seketika warga mau  kembali ke rumahnya. Mereka tetap memilih mengungsi di bukit-bukit atau di daerah yang tinggi.

Arti dari peringatan dini tsunami diakhiri adalah Pemda dapat mengarahkan warganya dapat kembali ke rumahnya masing-masing. Kondisi aman dari tsunami. Namun demikian, di lapangan tidak mudah untuk meyakinkan masyarakat, apalagi jeda waktu antara peringatan dini evakusi dan diakhiri dalam waktu pendek sehingga masyarakat tetap di pengungsian.

Sementara itu, gempa dengan kedalaman 17 km telah mengguncang kuat di Kabupaten Taliabu sehingga membuat masyarakat panik dan mengungsi ke tempat aman.

Menurut BMKG, gempa bumi dengan magnitudo 6,9, yang kemudian dimutakhirkan menjadi 6,8 ini mengguncang wilayah Kabupaten Morowali, Morowali Utara, dan Kepulauan Banggai, Sulawesi Tengah. Gempa tersebut memiliki episenter pada koordinat 1,89 LS dan 122,57 BT, tepatnya di Teluk Tolo, pada jarak 82 kilometer arah barat daya Kepulauan Banggai, Provinsi Sulawesi Tengah, dengan kedalaman 17 kilometer.

BMKG menyampaikan bahwa dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa ini merupakan jenis dangkal akibat aktivitas sesar aktif. BMGK menduga bahwa struktur sesar yang menjadi pembangkit gempa ini adalah Sesar Peleng yang jalurnya berarah barat daya-timut laut di Pulau Peleng dan menerus ke Teluk Tolo, pungkasnya.

 

Foto : Kondisi 1.300 KK pengungsi di Kabupaten Kepulauan Banggai yang mengungsi sejak, Jum’at malam (12/4). Sabtu pagi ini mereka kembali ke rumah masing-masing. BNPB Sutopo.

loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.