AcehBerita FotoNusantara

Duka Wartawan Palu, Rumah Rusak dan Orang Tua Meninggal

Foto : Ribuan masyarakat Lhokseumawe, Aceh, mengikuti zikir dalam rangka do’a duka gempa dan tsunami Palu, Donggala, Sulawesi Tengah. Pimpinan Pesantren An-Nahla Tgk Ali Imran memimpin zikir yang berlangsung di halaman Mesjid Kuta Blang, Rabu malam (3/10). Aceh24.com

# Zikir Akbar Do’a Korban Gempa Palu dan Donggala

LHOKSEUMAWE-Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Palu, Muhammad Iqbal mengatakan pasca gempa 7,4 SR dan tsunami landa Donggala dan Palu juga menyisakan duka mendalam bagi jurnalis di Provinsi Sulawesi Tengah.

Kenapa tidak ? Menurut Muhammad Iqbal, dari 68 wartawan yang terdaftar dalam organisasi AJI Palu, terpaksa mengungsi. “Saat ini masih mengungsi karena banyak rumah mereka yang rusak,” kata M Iqbal saat dihubungi Aceh24.com, Kamis (4/10).

“Alhamdulilah, semua wartawan AJI Palu selamat. Sebagian masih mengungsi karena rumahnya rusak,” pungkas Muhammad Iqbal.

Sementara itu, Hamdi Anwar wartawan Palu Ekspres (Grup Harian Rakyat Aceh) yang dikontak terpisah mengaku sedang mengungsi di Toli-Toli membawa keluarganya.  Dijelaskan Hamdi, keberadaannyadi Toli-Toli semata mata hanya membawa istri dan anaknya untuk mengungsi.

“Saya saat ini berada di Toli-Toli membawa istri dan anak. Nanti akan kembali ke Palu,” katanya.

Ketika disinggung keadaan wartawan di Palu, Hamdan menyebutkan masih sangat sulit untuk saling menghubungi karena masalah komunikasi yang terbatas. Kendati demikian, Hamdani memastikan ada sejumlah orang tua wartawan dan keluarga mereka yang juga meninggal akibat gempa dan tsunami.

Sayangnya, Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Atal Dapari yang dikontak pukul 12.05 WIB, Kamis siang belum memberikan jawaban jumlah dan kondisi wartawan yang tergabung PWI di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah.

Zikir Akbar Do’a Korban Gempa

Sementara itu, Rabu malam (3/10) ribuan masyarakat di halaman masjid Kuta Blang, Lhokseumawe, mengikuti zikir akbar. Tujuannya, selain mendoakan negeri jauh dari bencana, juga mendo’akan agar Allah memberikan kekuatan kepada keluarga korban gempa dan tsunami di Palu, Donggala, Provinsi Sulawesi Tengah.

Zikir yang dipimpin Tgk Ali Imran, M.Pd  yang juga merupakan pimpinan pondok pesantren An –NahLa, Panggoi, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe.

Usai zikir, peserta membacakaan ayat Al Fatihah yang diniatkan untuk korban gempa dan tsunami yang meninggal. Agar Allah mengampuni dosa mereka.

Menjelang Kamis dinihari, zikir akbar berakhir dan dilanjutkan saling memeafkan sama peserta zikir. Aceh24.com

 

Foto : Ribuan masyarakat Lhokseumawe, mengikuti zikir dalam rangka do’a duka gempa dan tsunami Palu, Donggala, Sulawesi Tengah.  Pimpinan Pesantren An-Nahla Tgk Ali Imran memimpin zikir yang berlangsung di halaman Mesjid Kuta Blang, Rabu malam (3/10). Aceh24.com

Related Articles

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button
%d blogger menyukai ini: