Duh ! Peraih Juara Harapan MTQ Ke 34 Aceh Utara tak Dapat Hadiah Uang

0
Foto : Para peraih juara MTQ Ke 34 Aceh Utara, Landing, Lhoksukon. Aceh24.com

LHOKSUKON-Peraih prestasi di Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Ke 34 Aceh Utara, tak semuanya menerima hadiah berupa uang.  Kok bisa ? Tentu saja. Panitia MTQ menyebutkan yang hanya berhasil meraih juara harapan 1 hingga harapan III, tidak memperoleh hadiah atau uang pembinaan.

Miris memang. Kenapa Tidak ? Setelah sepekan ikut musabaqah dan meraih juara harapan namun terkesan “dicuekin”. Pulang ke rumah tak sempat beli bakso maupun souvenir baju MTQ yang dijual di sekitar arena.

Seyogyanya, ini tidaklah mesti terjadi. Bukankah kalangan peserta ada tingkat kanak-kanak baik putra maupun putri yang telah berjibaku selama sepekan ikut musabaqah.  Tak banyak, kecil pun jadi. Ya, bungong jaro’e .

Terlebih lagi, Rp 2 miliar kan telah dihabiskan hanya buat panggung MTQ Ke 34. Kendati dikiri kanan panggung hanya bertempel plastic dihiasi ornament sebagai baliho biar terkesan wah.

Penegasan bagi peraih juara harapan tak memperoleh hadiah uang atau dana pembinaan disampaikan langsung oleh panitia dalam laporan sebelum penutupan MTQ Ke 34 Aceh Utara, di Landing, Lhoksukon, sekira pukul 21. 20 WIB.

Juara umum memperoleh dana pembinaan Rp 12 juta. Juara pertama perseorangan Rp 3 juta. Juara pertama satu grup Rp 5,4 juta. Peraih juara dua perseorangan Rp 2,3 juta. Juara dua grup Rp 3,9 juta. Juara tiga perseorang Rp 1,8 juta. Juara tiga grup Rp 2,1 juta.

“ Juara harapan satu hingga tiga tidak ada diberikan hadiah atau uang pembinaan. Sedangkan uang hadiah peraih  juara akan ditransver melalui rekening peserta. Dalam dua hari ini nomor rekining sudah kami terima,” kata Sekretaris Panita MTQ dalam laporanya.

Semoga dalam pelaksaan MTQ ke 35 nantinya, panitia tak pilih kasih memberikan hadiah berupa uang baik itu untuk pembinaan bagi setiap peraih prestasi saat mengikuti musabaqah.

Sementara itu, Wakil Bupati Fauzi Yusuf saat melakukan penutupan MTQ mengatakan Pemerintah Kabupaten Aceh Utara, terus berupaya melalui berbagai terobosan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Seperti peningkatan mutu pendidikan, baik umum maupun agama.

“Termasuk pemberdayaan dayah. Upaya menjadikan Al qur’an sebagai sebuah gerakan dalam masyarakat kita. Melalui acara MTQ inisetidaknya kita harapkan bisa menumbuh kembali semangat masyarakat untuk peduli kepada Al Qur’an. Sekaligus memotivasi anak-anak kita untk mengaji, menggali serta memahami nilai-nilai yang terkandung di dalamnya,” kata Fauzi Yusuf. Aceh24.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.