AcehBerita FotoNusantara

Duh ! Kalangan ASN Aceh Utara, Makan Siang Pisang Wak dan Kupi Phet

Foto : Seorang ASN menikmati pisang wak dan kupi phet atau pahit, Kamis (8/3) menu makan siang yang bertugas di kecamatan terpencil- pasca uang makan tak pernah diterima bertahun-tahun. Aceh24.com

Duh ! Kalangan ASN Aceh Utara, Makan Siang Pisang Wak dan Kupi Phet

# Bertahun tak Terima Uang Makan

LHOKSUKON-Derita sebagian Aparat Sipil Negara (ASN) atau  lebih ngetop lagi PNS Aceh Utara, kian terus bertambah. Kenapa tidak ? Setelah bertahun – tahun justru ngak pernah menerima dana uang makan yang telah dianggarkan negara melalui Dana Alokasi Umum (DAU).

Padahal, berdasarkan PMK-49/PMK.02/2017 tanggal 31 Maret 2017 juga tercantum rincian uang makan ASN dalam nilai maksimal.  Yaitu gol I dan II Rp 35 ribu sehari. Golongan III Rp 37 ribu dan Gol IV mencapai Rp 41 ribu.

Kenyataaannya, ASN Aceh Utara, yang memiliki jadwal kerja dari pukul 07.45 hingga 16.45 tidak pernah menerima uang makan.  Setelah itu,  Tunjangan Prestasi Kerja (TPK) saja untuk triwulan ke IV masih ngak jelas rimbanya.  Apakah ini karena ‘penyakit’ Rp 179 miliar defisit anggaran APBK 2017 ?

Nah,terlepas dari pada itu bila Pemerintah Daerah Aceh Utara, memberikan uang makan ASN untuk golongan I dan II, justru lebih manusiawi. Kenapa tidak. Bukankah mereka bisa menerima sebulan Rp 770.000, dengan rincian 22 hari masuk kerja sebulan X Rp 35 ribu.

Namun, kenyataan selama ini, hanya gara-gara embel-embel TPK, mereka cuma mendapat Rp 250 ribu sebulan. “Lebih baik kami diberikan uang makan saja. Ngak perlu TPK itu. Hanya merugikan kami golongan rendah,” sebut seorang ASN golongan II yang meminta jati diri di rahasiakan.

Senada disampaikan ASN golongan III, yang berkantor di wilayah barat kabupaten yang memiliki ASN mencapai 12 ribu orang-di bawah kepemimpinan Bupati H Muhammad Thaib, berharap menerima uang makan setiap bulannya. “Kalau melihat istilah TPK, ngak perlu itu. Yang resmi – resmi saja diberikan hak ASN Aceh Utara. Ya, kalau memang sudah ada ketentuan soal uang makan, kasih saja uang makan. Jelas ini akan memberikan kenyamanan bekerja,” kata ASN inisial Id, Kamis (8/3).

Sebelumnya di tempat terpisah, Bupati Aceh Utara, H Muhammad Thaib belum bisa memberikan pasti apakah ASN Aceh Utara, bakal menerima TPK tahun 2018 ini. Begitu pula dengan TPK yang belum dibayar untuk triwulan IV tahun 2017 lalu.

“Lebih jelas soal  itu tanya sama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), “ tulis WA bupati yang diterima Aceh24.com.

Sementara itu, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Kekayaan Daerah (KBPKD) M Nasir, M.Si yang dihubungi  sedang dalam posisi cuti melaksanakan Umroh.

Kendati demikian, M Nasir menjelaskan via SMS setahu dia, uang makan yang diatur dalam peraturan Menteri Keuangan (PMK) itu, menteri /Lembaga yang mendananya bersumber dari APBN.

Di lingkungan pemda kewenangannya diatur oleh masing-masing oleh KDH.  “Pemda kita ada mengatur tambahan penghasilan berdasarkan prestasi kerja (TPK). Besarnya sesuai dengan kemampuan keuangan daerah.

Tentu saja berpedoman PP no 58 tahun 2005 dan Permendagri no 13 tahun 2016, tulis Kepala BPKD Aceh Utara, M Nasir menjawab Aceh24.com.

 

Foto : Pisang wak dan kupi phet atau pahit, Kamis (8/3) menu makan siang kalangan ASN di Aceh Utara, yang bertugas di kecamatan terpencil-  pasca uang makan tak pernah diterima bertahun-tahun.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Back to top button
%d blogger menyukai ini: