AcehBerita FotoNusantara

Dampak Gempa Palu, Fasilitas Pelabuhan Rusak

Foto : Kapal Motor Sabuk Nusantara terseret sejauh 70 meter ke pantai pelabuhan pasca tsunami,ist

LHOKSEUMAWE- Dampak gempa Palu 7,4 SR, Jum’at sore, sejumlah sarana dan prasarana pelabuhan di Sulawesi Tengah mengalami kerusakan.

Direktur Jenderal Perhubungan Laut, R. Agus H. Purnomo menjelaskan bahwa Pelabuhan Pantoloan yang berada di kota Palu mengalami kerusakan yang paling parah dibandingkan pelabuhan lainnya yang ditandai dengan rubuhnya Quay Crane di Pelabuhan Pantoloan.

Demikian siaran pers yang diterima Aceh24.com, Sabtu (29/9) yang dirilis Kepala Bagian Organisasi dan Humas, Ditjen Perhubungan Laut, Gus Rional.

“Laporan sementara, Quay Crane di Pelabuhan Pantoloan rubuh dan dengan kondisi ini layanan kepelabuhanan dihentikan menunggu hasil pengecekan lebih lanjut di lapangan,” terang Dirjen Agus dari Posko Khusus Pemantauan Gempa Sulawesi Tengah yang berada di Gedung Karsa Kementerian Perhubungan.

Sementara itu, laporan dari Pelabuhan Wani menyebutkan ada beberapa bangunan dan dermaga mengalami kerusakan.

Adapun kapal KM. Sabuk Nusantara 39 yang sedang bersandar di Pelabuhan Wani terlempar dan terbawa arus sejauh 70 meter dari dermaga akibat gelombang tsunami yang menerjang wilayah tersebut kemarin.

“Kapal KM. Sabuk Nusantara 39 dalam kondisi tidak ada penumpang. Total Anak Buah Kapal (ABK) ada 20 orang. Saat kejadian, ada 3 orang ABK yang sedang turun ke darat untuk bertemu keluarganya sedangkan 17 ABK lainnya ada di atas kapal. Posisi kapal sendiri saat ini berada di sekitar 70 meter dari laut tepatnya di jalan menuju pelabuhan dan saat ini kapal menggunakan generator darurat untuk kelistrikannya,” ujar Dirjen Agus. Aceh24.com/rel

 

Foto : Kapal Motor Sabuk Nusantara, terseret sejauh sekitar 70 meter  ke tepi pelabuhan pasca tsunami. Ist

Related Articles

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button
%d blogger menyukai ini: