AcehBerita FotoNusantara

Camat “Nikmati” Pelesiran Dana Gampong Ke Yogya, Medan dan Jakarta

Camat ‘Nikmati’ Pelesiran Dana Gampong Ke Yogya, Jakarta dan Medan

LHOKSUKON-Sejumlah camat dalam wilayah Kabupaten Aceh Utara, disinyalir ikut menikmati pelesiran memanfaatkan dana gampong dalam program dadakan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga Berencana (DPMKB) Aceh Utara, melalui Bimtek geuchik ke Yogya,Medan dan Jakarta.

Kenapa tidak ? Sejumlah camat wilayah timur, tengah dan bagian barat dilaporkan menghilang dari peredaran wilayahnya masing-masing dalam lima hari terakhir ini.

Sumber Aceh24.com sampai mengirimkan bukti jumlah ‘rencana’ biaya kontribusi pelatihan  penggunakan dana APB Gampong 2017 via Washaap per geuchik tujuan kota pelajar,budaya dan wisata Yogyakarta.

Bukan saja tujuan Yogyakarta, tetapi bukti biaya kontribusi aparatur ke Medan, Sumatera Utara pun terlampir.

Dalam item itu tertulis jelas, uang makan selama 5 hari Rp 1.250.000. Sudah dapat uang makan, keciprat lagi uang saku selama lima hari juga yaitu Rp 1.250.000. Tak cukup masuk tiket pesawat ke Yogya PP Rp 5.000.000.- dapat lagi amprahan uang transportasi lokal selama 5 hari yaitu Rp 1.200.000.

Habiskah sampai disitu ? Tentu belum. Karena biaya transportasi bandara mencapai Rp 800.000. Include dana desa dikuras per geuchik Rp 15.000.000.

Benarkah bimtek ke Yogyakarta ? Bisa jadi. Sebab, salah seorang pejabat yang dihubungi Aceh24.com, Rabu lalu, tak sengaja mengaku sedang berada di kota yang memiliki Perguruan Tinggi Negeri Universitas Gajah Mada.

“Ya, ini sedang di Yogya. Malam ini rencana kembali ke Aceh,” sebut pejabat Pemkab Aceh Utara beberapa hari lalu. Dan, selanjutnya bungkam ketika ditanya lagi sehubungan untuk konfirmasi berita.

Setelah kota dengan khas makanan nasi Gudeg, giliran Kota Medan, Sumatera Utara, tujuan Bimtek  sebagian geuchik wilayah barat,  Aceh Utara. Kok ke Medan, nih dana disebut-sebut kurang pas diplot untuk jauh-jauh nampaknya.

Maklum  saja inikan program dadakan ‘disinyalir’ milik DPMKB Aceh Utara, yang di kepalai T Safwansyah,SE.

Untuk tujuan Bimtek ke Medan, juga lengkap rinciannya yaitu untuk uang makan tiga hari Rp 570.000. Lalu, uang saku Rp 200.000. Tak lupa di sisip dana transport lokal Rp 450.000 dan transport pulang pergi Rp 300.000.

Sedangkan dana kontribusi Rp 4.500.000. Total keseluruhan Rp 10 juta sagai.

Sebelumnya, Bupati Aceh Utara, H Muhammad Thaib saat dikonfirmasi Aceh24.com, justru mengetahui kegiatan ‘hamburkan’dana kesejahteraan masyarakat dari total penerimaan Aceh Utara tahun 2017 ini mencapai Rp 675 milyar. “Ya, saya tahu. Tapi lebih jelas coba tanya sekda,” jawab bupati disapa Cek Mad.

Harapan ingin memperoleh informasi lengkap agar masyarakat Aceh Utara yang di tinggal ‘plesiran’ geuchik dan camat -mengetahui maksudnya Bimtek, tetap sirna.

Sebab, Sekda Aceh Utara, Abdul Aziz, terkesan lebih memilih bungkam. Di telepon tak dijawab. WA begitu pula, apalagi via SMS. Padahal, hp nya aktif. Hingga malam Minggu ini, pukul 20.01 WIB,  pun sama tak ada balasan.

Sikap sekda dan Kadis Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga Berencana yang punya gawean, juga sama. Sang T Safwansyah juga tutup mulut.

Sementara itu, Koordinator MaTA, Alfian, Sabtu malam memastikan kalau camat yang ikut bersama geuchik atawa kepala desa ‘berbungkus’ Bimtek ke pulau Jawa dan Medan, ikut keciprat dana APBGampong 2017 ini.

“Ya, itu sudah pasti,” kata Alfian, kepada Aceh24.com.

Sekedar mengingatkan. LSM MaTA sebelumnya  menyikapi persoalan geuchik dan kalangan camat menggunakan dana desa, meminta BPK RI mengauditnya. Aceh24,com

 

Foto : Biaya Kontribusi Pelatihan ke Yogyakarta dan Sumatera Utara, untuk  Aparatur yang diterima Aceh24.com

Related Articles

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button
%d blogger menyukai ini: