AcehBerita FotoNusantara

Camat Lhoksukon Berperan “Kuras” Dana Gampong

camat,lhoksukon,rangkaian,geuchik,plot,dana,bimtek,rp 6 juta,peserta,

Foto : Rangkaian surat Camat Lhoksukon, meminta geuchik dalam wilayahnya memasukkan dana pelatihan dalam RKPG 2017 yang isinya setiap peserta diusul dana Rp 6 juta. Bila terjadi sepenuhnya maka uang gampong di kecamatan itu, bakal menjadi asap mencapai Rp 1,8 miliar hanya untuk pelatihan. Aceh24.com/ist

Camat Lhoksukon Berperan “Kuras” Dana Gampong

ACEH UTARA-Berbicara dana gampong kian semakin tertarik bagi masyarakat di Kabupaten Aceh Utara. Kenapa tidak, view pembaca khusus berita dana gampong,  redaksi Aceh24.com hampir menyentuh angka 4.000 an dalam empat hari terakhir ini.

Hari ini (Selasa 17/10) lagi, redaksi Aceh24.com menerima informasi bila Camat Lhoksukon, mengeluarkan surat perintah kepada seluruh geuchik dalam wilayahnya untuk menyediakan dana berbalut Bimtek.

Nah, dalam surat yang diteken Camat Saifuddin,SE golongan pangkat Pembina TK I, tertanggal 28 Jumadil Akhir 1438 H atau 27 Maret 2017 dengan No : 410/336 – intinya berisikan-diharapkan seluruh geuchik dalam gampong wilayah Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara, untuk dapat mengikut sertakan perangkat desa, terdiri dari Ka Desa, sekretaris,bendahara dan operator desa atau maksimal empat orang.

Lebih lanjut disebutkan dalam surat “wasiat” itu, seluruh geuchik memasukan dana dalam Rencana Kerja Pembangunan Gampong (RKPG) 2017. Tentu saja, tertulis dana di plot per peserta Rp 6.000.000.

Nah, bila dalam satu gampong ikut empat  peserta maka Rp 6.000.000 X 4 X 75  gampong di Lhoksukon tentu saja uang pemberdayaan masyarakat gampong lenyap jadi asap mendekati angka Rp 1,8 miliar ke wilayah provinsi orang.

Wow ! Udah berapa rumah fakir miskin selesai pak camat dengan dana segitu. Bukankah, pemerintah Aceh Utara mengakui kalau kabupaten yang memilki 852 gampong ini punya katagori 17 persen masyarakatnya miskin. “ Tidak ada saya tulis surat untuk menyiapkan dana bimtek per peserta enam juta setiap gampong. Semua berdasarkan hasil rapat geuchik di gampong,”kata camat.

Sampai-sampai, Sekda Aceh Utara, Abdul Aziz kembali mengulang bila persoalan mendasar kabupaten ini adalah masalah kemiskinan. “Sampai saat ini masih 17 persen masyarakat miskin dari jumlah penduduk Aceh Utara,” kata sekda saat membuka gampong KB di Bangka Jaya, Kecamatan Dewantara, Selasa (17/10).

Camat Sangkal

Dihubungi secara terpisah, Camat Saifuddin sebelumnya menyangkal ada mengeluarkan surat itu. Ironis lagi, camat tetap ngotot dan semua melalui rapat geuchik di gampong.

“ Tidak ada saya tulis surat untuk menyiapkan dana bimtek per peserta enam juta setiap gampong. Semua berdasarkan hasil rapat geuchik di gampong,”kata camat.

Namun, setelah Aceh24.com menjelaskan satu persatu isi surat yang camat tandatangani, termasuk berisi setiap peserta yang ikut mendapat tas, sertifikat, buku notes dan nginap di hotel selama 3 hari, nada Saifuddin mulai melemah.

Setelah mulai melemah, via telepon Camat Saifuddin akhirnya beralih kepada Dinas Pembangunan Masyarakat dan Keluarga Berencana (DPMKB) Aceh Utara, yang mengarahkan program bimtek para geuchik.

Sebelumnya, Koordinator MaTA Alfian, menilai berbalut Bimtek’ menggunakan dana APB Gampong 2017 berpotensi  korupsi dan pemborosan anggaran. Aceh24.com

 

Foto : Surat Camat Lhoksukon, meminta geuchik dalam wilayahnya memasukkan dana pelatihan dalam RKPG 2017 yang isinya setiap peserta diusul dana Rp 6 juta. Bila terjadi sepenuhnya maka uang gampong di kecamatan itu, bakal menjadi asap mencapai Rp 1,8 miliar hanya untuk pelatihan. Aceh24.com/ist

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Back to top button
%d blogger menyukai ini: