Uncategorized

Camat Jangan Arogan Tertibkan PKL Lhoksukon

 

Camat Lhoksukon, Saifuddin dan Kapolsek, AKP Teguh Yano meninjau pasar yang berjualan di badan jalan sehingga terlihat Kota Lhoksukon, semrawut. Foto Istimewa

Pasar Sayur dan Pedagang Kaki Lima Diwarning

*Camat Jangan Arogan

LHOKSUKON-Dinilai semrawut dan menghilangkan keindahan ibukota Aceh Utara, Muspika Lhoksukon menggelar sosialisasi penertiban kepada pedagang kaki lima (PKL) dan kios yang berjualan diatas badan jalan,Senin (18/9).

Penertiban dipimpin langsung Camat Lhoksukon, Saifuddin,  Kapolsek, AKP Teguh Yano, Danramil dan unsur petugas terkait.

Nah, lalu kenapa terjadi penertiban sekaligus “ancaman” bila para pedagang tidak mengubris kelak bakal digusur ?  Tentu saja dinilai para pedagang, masyarakat yang berjualan diatas badan jalan telah membuat kemacetan dan kesemberautan kota Lhoksukon yang makin parah.

Hanya saja, pedagang kaki lima berharap Camat Lhoksukon, Saifuddin, untuk tidak arogan dalam menentukan nasib rakyat mencari nafkah. “Beri kami peluang lokasi lain dan waktu yang pantas untuk pindah tempat. Pak camat jangan ancam-ancam main gusur saja lah,” komentar seorang pedagang kepada Aceh24, Senin siang.

Apalagi pakai waktu dua hari usir semua penjual yang tidak mengindahkan imbauan itu. Solusi mana. Adakah lokasi lain yang disediakan camat ? komentar Zulkifli warga Lhoksukon secara terpisah.

Sayangnya, Camat Lhoksukon, Saifuddin yang coba dikonfirmasi melalui nomor telepon selularnya berulang kali, tidak menjawab. Terkesan, camat takut disalahkan oleh pedagang. Aceh24.

 

Foto : Kapolsek Lhoksukon, AKP Teguh Yano dan Camat, Saifuddin meninjau pedagang kaki lima, Senin (18/9)  Foto Istimewa

Related Articles

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button
%d blogger menyukai ini: