18.8 C
Aceh
3 Desember 2020
Aceh24
Uncategorized

Bupati Cek Mad : Istri Saya Memang Kejam. Tapi !

 

Bupati : Istri Saya Memang Kejam.   Tapi !

ACEH UTARA- Bupati Aceh Utara, H Muhammad Thaib mengatakan istrinya Cut Hj Cut Ratna Irawati, memang kejam. Tetapi itu semua untuk kebaikan bersama.

Penegasan itu disampaikan bupati dalam pertemuan dengan puluhan dokter spesialis, kalangan PNS  Rumah Sakit Umum  (RSU) Cut Mutia, Buket Rata, Lhokseumawe,  di Meuligo, Selasa menjelang siang (10/10).

“Istri bupati memang kejam. Dan, itu pernah saya dengar kata-kata itu. Dimana ? Ini terjadi saat bersama istri meninjau rumah sakit. Tetapi itu semua untuk kebaikan kita. Karena, pelayanan kesehatan kepada pasien harus benar-benar profesional. Jangan asal –asalan saja,”kata Bupati Muhammad Thaib.

Lalu kenapa ungkapan itu keluar ? ulang bupati disapa Cek Mad. Karena, istri saya pernah ‘marah’ saat melihat seorang pasien mendapat pelayanan sekenanya saja. “Itu pasien sudah merintih-rintih kesakitan ketika mau di infus ngak dapat-dapat uratnya. Eh, pegawai yang PNS malah merajut di ruangan. Ternyata yang disuruh infus tadi justru pegawai honor,” ungkap Bupati Muhammad Thaib.

Untuk itulah, bupati meminta jajaran Dinas Kesehatan Aceh Utara, terutama para dokter dan PNS di RSU Cut Mutia atau di puskesmas-puskesmas bekerja secara profesional sesuai dengan disiplin ilmunya.

                                                    Ta k Kenal Bupati

Pertemuan yang dimoderator oleh Direktur RSU Cut Mutia, Buket Rata, drg. Nurhaida, Mph juga seorang dokter specialis memberikan masukan kepada bupati soal jumlah pegawai yang rata-rata sudah uzur usia.

Saat ini justru lebih banyak adalah berstatus honor. Sayangnya, ujar dokter specilis ini, meskipun mereka jauh lebih banyak bekerja melayani pasien namun tenaga honorer ini tidak memiliki kemudahan untuk mendapatkan dana melalui  Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD).

“Kita ketahui, saat ini pegawai lebih banyak sudah lanjut usia. Sehingga loding agak lambat, pak bupati. Makanya, yang maju ke depan lebih banyak pegawai status honorer. Tetapi, walaupun mereka yang bekerja, kenapa tidak bisa menerima SPPD,” tanya dokter ini lagi.

 


Foto : Bupati H Muhammad Thaib, dihadapan Direktur RSU Cut Mutia, Buket Rata, drg Nurhaida,Mph dan dokter specialis, di Meuligo, Selasa (10/10). Dalam pertemuan itu, terungkap bila pegawai status honorer tidak mendapatkan kebijakan menerima dana melalui Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD). Aceh24.com

Ironisnya, ketika orang nomor satu di jajaran Pemkab Aceh Utara ini meninjau RSU Cut Mutia, justru begitu banyak pegawai status honorer tidak mengenal sang bupati. “Ketika saya minta tolong untuk dilayani pasien itu, malah saya ditanya siapa bapak. Saya jawab, ya keluarga pasien,” kata bupati dan disambut suara geeer dalam ruangan berhawa sejuk itu.

Menyingkapi hal itu, bupati berharap bakal ada ketentuan perubahan soal  SPPD untuk pegawai status honorer.

Pertemuan hingga siang itu, turut disaksikan mantan Sekda Aceh Utara, Isa Anshari,  Asisten III Drs Iskandar Nasri, Kabag Humas, Nadirsyah, S.Sos dan kalangan jajaran Dinas Kesehatan Aceh Utara. Aceh24.com

 

Foto : Bupati H Muhammad Thaib, dihadapan Direktur RSU Cut Mutia, Buket Rata, drg Nurhaida,Mph dan dokter specialis, di Meuligo, Selasa (10/10). Dalam pertemuan itu, terungkap bila pegawai status honorer tidak mendapatkan kebijakan menerima dana melalui Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD). Aceh24.com

Related posts

Despite Crackdown on Trading, Crypto and Blockchain in China Are Alive

Aceh24

Ether Hits New Record Price High Over $900 Following Month of Strong Growth

Aceh24

Swedish Government Land Registry Soon To Conduct First Blockchain Property Transaction

Aceh24