AcehBerita FotoNusantara

BNPB : 2.113 Meninggal dan 1.309 Hilang Gempa Sulawesi Tengah

Foto : Efek gempa 7,7 SR di Donggala, Sulawesi Tengah, Jum’at (28/9). ist

LHOKSEUMAWE-Menjelang berakhirnya masih penanggulangan darurat (26/10) pasca gempa dan tsunami Sulawesi Tengah, BNPB mencatat sebanyak 1.309 orang hilang. Sementara korban meninggal mencapai 2.113 orang.

Demikian keterangan pers yang diterima Aceh24.com, Sabtu malam dari Kepala Pusat Data informasi dan humas BNPB, Sutopo Porwo Nugroho.

Sedangkan korban luka-luka  4.612 orang dan 223.751 orang mengungsi tersebar di 122 titik. Sebaran 2.113 orang korban meninggal dunia adalah Kota Palu 1.703 orang, Donggala  171 orang, Sigi 223 orang, Parigi Moutong 15 orang, dan Pasangkayu 1 orang. Semua korban meninggal dunia telah dimakamkan, baik pemakaman massal maupun pemakanan keluarga, ungkap Sutopo.

Lebih lanjut disebutkan, pembangunan hunian sementara dan tenda-tenda terus dilakukan untuk pengungsi. Begitu juga sarana prasana kebutuhan MCK, air bersih, dan sanitasi dibangun di sekitar tempat pengungsian. Mendekati musim penghujan kebutuhan huntara dan tenda yang layak untuk pengungsi menjadi kebutuhan mendesak.

Kebutuhan mendesak untuk pemenuhan kebutuhan pengungsi dan masyarakat terdampak masih diperlukan hingga saat ini. Kebutuhan mendesak antara lain beras, gula, makanan bayi, susu anak, susu ibu hamil, kantong plastic, tenda, selimut (bayi, anak-anak, dewasa), minyak kayu putih, sabun mandi, pasta gigi, minyak goring, seragam anak sekolah, buku dan peralatan sekolah, air bersih, MCK, penerangan di pengungsian, sanitasi, dan kebutuhan dasar lainnya.

Diungkap Sutopo, 25 SPBU telah beroperasi di Kota Palu, Kabupaten Donggala, Sigi dan Parigi Moutong, yang dibantu dengan 13 unit mobil tangki dengan dispenser, distribusi melalu 40 truk tangki BBM dengan mengerahkan 132 relawan operator SPBU. Kondisi perekonomian berangsur-angsur normal kembali. Sebanyak 25 pasar daerah, 3 pasar tradisional, 3 pasar swalayan, dan 17 perbangkan telah kembali beroperasi. Sekolah darurat telah dijalankan meski masih ada kekurangan tenda darurat dan sarana prasarana pendidikan dan belum semua siswa masuk sekolah.

Pembersihan puing-puing bangunan terus dilakukan oleh petugas gabungan bersama relawan. Sebanyak 251 unit alat berat dikerahkan untuk pembersihan lingkungan dan lainnya, baik alat berat yang dibawah kendali TNI sebanyak 64 unit maupun di bawah kendali Kementerian PU PR sebanyak 187 unit.

Sebanyak 14.604 personil gabungan dari TNI, Polri, sipil dan relawan dikerahkan untuk penanganan darurat hingga saat ini. Meskipun evakuasi korban sudah dihentikan secara resmi sejak 12/10/2018.

“Namun hampir setiap hari korban ditemukan oleh petugas dan relawan saat melakukan pembersihan reruntuhan dan puing-puing bangunan atau lingkungan di daerah terdampak bencana,” pungkas Sutopo. Aceh24.com

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Back to top button
%d blogger menyukai ini: