Uncategorized

BNN Aceh Musnahkan 200 Ribu Pohon Ganja

Foto : Lahan ganja seluas 5 hektar yang dimusnahkan BNNP Aceh, Selasa (17/4). Ada 200 ribu batang siap panen. Lahan ini bakal dijadikan tempat penanaman tanaman bermanfaat. Istimewa

BNN Aceh Musnahkan 200 ribu Pohon Ganja

# Bakal Nanam Tanaman Bermanfaat

ACEH BESAR-Kepala BNNP Aceh Brigjen Pol Faisal AN, bersama tim BNN pusat melakukan pemusnahan ladang ganja seluas sekitar 5 hekter di Aceh Besar, Kamis (17/4). Pemusnahan itu tentu saja berupaya untuk mewujudkan alih fungsi lahan dengan menanam tanaman yang bermanfaat dan tidak melawan hukum.

Ganja merupakan salah satu jenis narkotika alami yang tumbuh subur di Indonesia khususnya di wilayah Propinsi Aceh.  Dan, tidak bisa dipungkiri bahwa ketersediaan lahan ganja yang tidak pernah habis di bumi Aceh menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi pasokan narkotika jenis ganja tetap tinggi di negeri ini.

Menyikapi hal tersebut, Badan Narkotika Nasional (BNN) melalui Direktorat Narkotika Deputi Bidang Pemberantasan bekerjasama dengan BNN Provinsi Aceh, Polres Aceh Besar, Kodim 0101/BS Aceh Besar, memusnahkan lahan lading ganja dimaksud.

“Upaya pemusnahan lahan ganja untuk di rubah menjadi lahan/tanaman yang bermanfaat (Alternative Development) di Provinsi Aceh dan sekitarny. Ini sudah kita lakukan di 3 kabupaten di Aceh, yaitu Gayo Lues, Bireuen dan Aceh Besar,” kata Brigjen  Pol Drs. Faisal AN, saat Press Release di Gampong Piyeun Indrapuri, Aceh Besar.

Terkait sinergitas tersebut, informasi Aceh24.com terima dari BNNP Aceh, Selasa malam, Direktorat Narkotika Deputi Bidang Pemberantasan BNN dan BNNP Aceh beserta instansi terkait merupakan pemusnahan ladang ganjayang pertama di tahun 2018.

Lebih lanjut Jenderal Bintang Satu di pundaknya itu melanjutkan, penyelidikan ladang ganjaseluas 5 hektar itu  di pimpin langsung oleh Kasubdit Narkotika Alami, Kombes  Anggoro Sukartono, S.IK, serta pejabat dari instansi terkait lainnya.

Sedangkan Kombes Anggoro Sukartono, S.IK, disaat yang sama juga menjelaskan ladang ganja dengan total luas ± 5 Ha, pertama kali ditemukan melalui satelit oleh LAPAN di titik koordinat 5.480099°, 95.499560° dengan ketinggian sekitar ± 220 MDPL yang kemudian ditindaklanjuti oleh petugas BNN melalui proses penyelidikan.

“Dari hasil penyelidikan tim pada beberapa hari sebelumnya di Desa Piyeung, Kecamatan Indrapuri, Kabupaten Aceh Besar. Didapati ladang ganja yang siap panen dengan tinggi sekitar 2,8 meter – 3,4 meter, dengan tingkat kerapatan tanaman sekitar ± 3 batang per meter persegi dan kepadatan tanaman ± 80% – 85% dari total luas ladang” ungkap Anggoro.

Katanya lagi, total jumlah tanaman yang siap panen adalah sekitar ± 200.000 batang ganja. Jarak tempuh untuk mencapai lokasi kegiatan pemusnahan ladang ganja seluas ± 5 Ha yang berlokasi di Desa Piyeung, Kecamatan Indrapuri, Kabupaten Aceh Besar membutuhkan waktu sekitar ± 2 jam melalui Kota Banda Aceh.

Terkait penemuan ladang ganja untuk pertama kalinya di Tahun 2018 ini, Kepala BNNP Aceh Brigjen Pol. Drs. Faisal AN, saat Press Release  berpesan, agar seluruh masyarakat Aceh, khususnya masyarakat Aceh Besar untuk tidak lagi menanam tanaman ganja, karena ganja dengan kandungan zat THC (Tetra Hydro Cannabinol) di dalamnya ini merupakan tanaman yang dilarang, sesuai dengan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Oleh karena itu, “Bagi siapa saja yang masih menanamnya maka akan dipidana sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.”pungkasnya. (rel)

 

Foto : Lahan ganja seluas 5 hektar yang dimusnahkan BNNP Aceh, Selasa (17/4). Ada 200 ribu batang siap panen. Lahan ini bakal dijadikan tempat penanaman tanaman bermanfaat. Istimewa

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button
%d blogger menyukai ini: