20.9 C
Aceh
3 Desember 2020
Aceh24
Aceh

Bibit Kopi Timtim

Seorang warga melihat bibit kopi timtim yang baru tiba sebanyak 5 ribu batang di Dusun Jabal Antara, Gampong Alue Dua, Nisam Antara, Aceh Utara, Kamis (21/9).

NISAM ANTARA_ Sebanyak 5 ribu batang bibit kopi jenis timtim tiba di kawasan pertanian warga Dusun Jabal Antara, Gampong Alue Dua, Kecamatan Nisam Antara, atau persisnya Km 38 Jalan KKA-Kabupaten Bener Meriah, Kamis (21/9).

Bibit kopi jenis timtim ini dinilai lebih cocok dengan kondisi tanah setempat disamping kopi ateng super atau kopi Lampung.

Salah seorang warga Jabal Antara, akrab disapa Khaidir membenarkan adanya 5 ribu bibit kopi tiba, dan saat ini dititip oleh pemiliknya di samping halaman rumah kawasan Km 38 jalan KKA-bener Meriah.

“Ya, ada yang titip bibit kopi ini kepada saya sebanyak 5 ribu. Dan, secara pasti kurang tahu punya siapa. Namun, kopi ini dari Takengon yang dipesan oleh dinas. Setelah diturunkan mereka mengambil foto,” katanya.

Disinggung dengan bibit sebanyak itu akan memanfaatkan lahan seberapa luas ? Khaidir yang juga petani kopi menyebutkan biasanya utuk 5 hektar. Tentu saja, ukuran jarak tanam 2,5 X 2,5 meter.

Sementara itu, informasi berkembang yang diperoleh Aceh24 di lokasi menyebutkan, bibit kopi jenis timtim itu merupakan bantuan dari instansi di bawah lingkungan  Pemerintah Daerah Aceh Utara, untuk masyarakat Gampong Alue Dua, atau yang memiliki lahan di kawasan Dusun Jabal Antara.

Ironisnya, berkembang lagi kalau bibit kopi itu, untuk kalangan keluarga pejabat teras di Aceh Utara, yang membuka lahan di kawasan KM 39.

“Ya, bibit kopi itu untuk masyarakat Alue Dua, Nisam Antara. Itu merupakan bantuan dinas. Setahu saya, malah bibit kopi itu, untuk orang yang dekat dengan pejabat Aceh Utara,” kata Azhar warga Dusun Jabal Antara, kepada Aceh24 saat bertemu di rumahnya kawasan Km 37.

Lebih lanjut bapak tiga putra/i itu berharap, bila benar 5 ribu bibit kopi yang tiba justru untuk kepentikan pribadi jangan jual dengan mengatasnamakan  warga Jabal Antara.

“Saya pun sudah lapor pak Geuchik Alue, Dua, agar tidak mau meneken kedatangan lima ribu bibit kopi itu, kalau memang bukan untuk warga setempat. Kita harapkan jangan jual nama warga disini untuk kepentingan pribadi,” tambah Azhar dengan nada keras. Aceh24

 

Related posts

Mahasiswa Brunei Ziarah dan Kunjungi Mesium Tsunami Aceh

Redaksi Aceh24

Foto-Foto Tsunami di Lhokseumawe-Banda Aceh dan Meulaboh

Redaksi Aceh24

Tanggul Krueng Pase jebol

Redaksi Aceh24