20.2 C
Aceh
25 Januari 2021
Aceh24
Nusantara

Bencana Alam Terjadi 2.925 Kali Sepanjang 2020 di Indonesia

# Bencana Hidrometeorologi Mendominasi

LHOKSEUMAWE- Bencana alam sepanjang tahun 2020 ada 2.925 kejadian di Indonesia. JUmlah ini terhitung sejak, Rabu (1/1) hingga Selasa (28/12). Sehingga korban jiwa meninggal 370 jiwa dan hilang 39 orang.

BNPB menyebutkan sepanjang 2020 tersebut didominasi bencana alam hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin puting beliung, kekeringan hingga kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Hal itu disampaikan Kepala BNPB Doni Monardo dalam Webinar: “Kaleidoskop Kebencanaan 2020 dan Prediksi Fenomena Serta Potensi Bencana Tahun 2021” secara daring di Jakarta, Selasa (28/12).

Rincian data bencana hidrometeorologi, kejadian banjir sebanyak 1.065 kejadian  seperti siaran pers yang diterima Aceh24.com dari Dr. Raditya Jati Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB.

Kemudian angin puting beliung terjadi sebanyak 873 dan tanah longsor 572 kejadian.

Selanjutnya untuk karhutla 326 terjadi, gelombang pasang dan abrasi 36 kejadian dan kekeringan terjadi sebanyak 29 kejadian di nusantara ini.

Sedangkan untuk jenis bencana geologi dan vulkanologi bahwa kejadian bencana gempa bumi telah terjadi sebanyak 16 kali dan 7 kejadian untuk peristiwa erupsi gunungapi.

“Dampak korban meninggal mencapai 370 jiwa. Hilang 39 orang, luka-luka 536 orang,” kata Doni.

                 # Kejadian Karhutla di Indonesia Menurun 81 Persen*

Dalam kesempatan yang sama, Kepala BNPB Doni Monardo mengatakan bahwa kasus karhutla di Tanah Air mengalami penurunan di sepanjang tahun 2020 .

Adapun menurut data BNPB per November 2020, luas cakupan wilayah karhutla pada tahun ini adalah mencapai mendekati 300 ribu hektar atau menurun hingga 81 persen apabila dibandingkan dengan tahun lalu yakni 1,6 juta hektar luas wilayah yang terbakar.

Oleh sebab itu, Doni memberikan apresiasi kepada beberapa wilayah yang selama ini dinilai mengalami kejadian karhutla seperti Sumatera Selatan, Jambi, Bengkulu, Riau, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur, karena dinilai mampu meminimalisir terjadinya potensi bencana karhutla.

“Menjadi capaian yang patut kita apresiasi khusususnya kepada daerah yang selama ini mengalami karhutla dengan intensitas yang cukup tinggi,” kata Doni.

“Tahun ini kebakaran hutan dan lahan mencapai mendekati 300 ribu hektar. Jumlah yang jauh berkurang dibandingkan pada tahun 2019 yang lalu di mana karhutla mencapai hampir 1,6 juta hektar,” imbuhnya.

Selain kepada sejumlah wilayah daerah tersebut, Kepala BNPB juga memberikan apresiasi untuk seluruh Kementerian/Lembaga dan unsur terkait seperti TNI/Polri dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) yang telah berkolaborasi dan membantu BNPB dalam penanggulangan bencana karhutla. Menurutnya, tanpa dukungan dari seluruh komponen tersebut, maka karhutla akan sangat sulit dikendalikan.

Doni berharap agar kolaborasi penanganan dan pengendalian karhutla bersama seluruh komponen terkait dapat dipertahankan dan semakin baik untuk tahun-tahun selanjutnya.

“Semoga upaya keberhasilan kita dalam menekan karhutla tahun ini bisa kita pertahankan untuk tahun-tahun yang akan datang,” tutup Doni. – Ril

Related posts

Seratusan Pegawai Honorer di Dewan Aceh Utara, Belum Dibayar

Redaksi Aceh24

Banjir Datang, Babinsa Siaga

Redaksi Aceh24

Safari Ramadan Bupati Aceh Tengah di Kampung Penarun

Redaksi Aceh24