AcehBerita FotoNusantara

Bantuan Kemanusiaan Gempa Lombok Terus Mengalir

Jenazah korban gempa di kawasan RSUD Lombok Utara/ist

LHOKSEUMAWE- Bantuan kemanusiaan untuk korban gempa Nusa Tenggara Barat (NTB) Lombok terus mengalir dari berbagai kalangan pasca lindu 7 Skala Richter (SR).

Hari ini saja, Selasa (7/8) tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) mengirimkan 4 unit armada dengan membawa 13 ton makanan, kenderaan rescue, ambulan dan satu unit mobil box (truk engkel).

Kemudian, Palang Merah Indonesia (PMI) membawa 1.000 terpal seberat 5 ton. Sedangkan Forum Santri Nasional (Ziswaf) menyumbang 100 dus mie instan,jenis Indomie,  50 dus energen,50 dus mie gelas,50 dus mizone dan 300 kg beras.

Tak lupa dari dokter Bhineka membawa obat-obatan,pempers,biscuit bayi, bubur instan,handuk,deterjent,dettol. “Juga ada susu bayi, susu balita,  susu non lactulose, susu uht, minuman hidro,tissue basah, biskui anak/dewasa dan sleeping bag,” ungkap sumber Aceh24.com dari Lombok, Selasa (7/8) siang ini.

Sementara itu, dari yayasan Budha Tzu Chi mendatangkan 1,5 ton tenda TNI, 5 ton beras, 3 ton sarung, 2 ton mie DAAI, terpal,selimut, obat-obatan, valbed dan tenda.

Sekedar mengingatkan, dampak gempa 7 SR mengguncang Nusa Tenggara Barat, Minggu (5/8)  menyebabkan 98 orang meninggal di beberapa lokasi terpisah. Jumlah korban ini pun diperkirakan masih bertambah.

Sementara ribuan warga mengungsi di tempat terbuka seperti di hamparan persawahan dan lapangan terbuka lainnya. Ini akibat ribuan rumah hancur di goyang lindu yang hingga kini disebut telah terjadi lebih dari 250 kali gempa susulan.

“Korban luka dan meninggal rata-rata akibat roboh bangunan rumah,” ungkap Sutopo Purwo Nugroho Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB. Aceh24.com

Foto : Korban gempa Nusa Tenggara Barat (NTB) Lombok, yang meninggal, Minggu (5/8) Ribuan rumah warga hancur. Sementara bantuan kemanusiaan terus mengalir, Selasa (7/8). ist.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button
%d blogger menyukai ini: