AcehBerita FotoNusantara

Banjir Bandang Mandailing Natal, 17 Meninggal

Kawasan banjir bandang, di Ulu Pungkut, Mandailing Natal. BNPB Sutopo Purwo Nugroho

#Akses Jalan Sudah tembus

LHOKSEUMAWE-Sebanyak 17 orang meninggal dunia pasca banjir  bandang  landa Mandailing Natal, Sumatera Utara, Kamis dan Jum’at lalu. 12 orang diantaranya meninggal adalah anak sekolah madrasah saat mengikuti pelajaran.

Kabid BPBD M Yasir saat dihubungi Aceh24.com, Sabtu sore mengatakan terakhir ditemukan seorang anak lagi setelah sempat dilaporkan 11 meninggal. “Ya, sudah ditemukan. Dan, 17 anak selamat. Air datang saat mereka sedang belajar. Sekolah mereka dekat sungai,” jawab  M Yasir via telepon selular

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nogroho menyebutkan, akses jalan yang sempat putu beberapa titik kini sudah dapat dilalui,

“Evakuasi yang dilakukan tim SAR gabungan bersama relawan dan masyatakat telah menemukan 17 korban meninggal akibat banjir dan banjir bandang di Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara. 11 titik longsor yang awalnya menutup beberapa ruas jalan di Mandailing Natal juga sudah dapat diatasi,” kata Sutopo, Minggu dinihari yang diterima Aceh24.com.

Disebutkan, jumlah korban meninggal dunia 12 orang anak sekolah di Kecamatan Ulu Pungkut.  Dari 29 anak sekolah SD Negeri 235 yang sekolah sore yang diterjang banjir bandang di Desa Muara Saladi, Kecamatan Ulu Pungkut, Kabupaten Mandailing Natal, pada Jumat (12/10/2018) sore,

17 anak selamat. Selain itu 2 orang guru juga ditemukan selamat. Korban selamat ditemukan di bawah reruntuhan bangunan dan sebagian terseret oleh banjir bandang, pungkas Sutopo sarjana lulusan UGM Yogya ini. Aceh24.com

Related Articles

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button
%d blogger menyukai ini: