Banjir 68 Meninggal dan Ribuan Mengungsi

0
24
Foto : Kondisi salah satu rumah rusak akibat banjir landa Sulawesi Selatan. 68 orang dilaporkan meninggal dan ribuan jiwa mengungsi. BNPB Sutopo

LHOKSEUMAWE-Korban banjir, longsor dan angin puting beliung melanda wilayah Sulawesi Selatan terus bertambah. Setelah lima hari peristiwa bencana alam itu, BNPB menyebutkan 68 orang meninggal dan ribuan jiwa terpaksa mengungsi, Minggu (27/1/2019).

“Penanganan darurat bencana banjir, longsor dan puting beliung masih terus dilakukan hingga saat ini. Meskipun banjir sudah surut,  ribuan warga masih berada di pengungsian,” ujar Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangan tertulis yang diterima, Minggu.

Kondisi rumah rusak dan lingkungan penuh lumpur sehingga  beberapa warga merasa lebih aman di pengungsian karena trauma dengan banjir dan longsor, tambah Sutopo.

Hingga Minggu siang,  tercatat 188 desa terdampak bencana di 71 kecamatan yang tersebar di 13 kabupaten/kota yaitu Jeneponto, Maros, Gowa, Kota Makassar, Soppeng, Wajo, Barru, Pangkep, Sidrap , Bantaeng, Takalar, Selayar, dan Sinjai. Dampak bencana tercatat 68 orang meninggal, 7 orang hilang, 47 orang luka-luka, dan 6.757 orang mengungsi. Kerusakan fisik meliputi 550 unit rumah rusak ( 33 unit hanyut, 459 rusak berat, 30 rusak sedang, 23 rusak ringan, 5 tertimbun), 5.198 unit rumah terendam, 16,2 km jalan terdampak, 13.326 hektar sawah terdampak dan 34 jembatan, 2 pasar, 12 unit fasilitas peribadatan, 8 fasilitas pemerintah, dan 65 unit sekolah.

Daerah yang paling parah mengalami dampak banjir dan longsor adalah Kabupaten Gowa, Kota Makassar, Jeneponto, Marros dan Wajo. Rincian dari dampak bencana di 13 kabupaten/kota sebagai berikut:

Gowa tercatat 45 orang meninggal dunia, 3 orang hilang, 46 orang luka-luka, 2.121 orang mengungsi, 10 rumah rusak dimana 5 rusak berat dan 5 tertimbun, 604 rumah terendam, dan 1 jembatan rusak.

Kota Makassar tercatat 1 orang meninggal, 2.942 orang terdampak, 1.000 orang mengungsi, 477 rumah terendam.

Soppeng  tercatat 1.672 ha sawah terendam.

Janeponto tercatat 14 orang meninggal, 3 orang hilang, 3.276 orang mengungsi, 470 rumah rusak (438 unit rumah rusak berat, 32 hanyut), 15 jembatan, 1.304 ha sawah terendam, dan 41 sekolah rusak.

Lebih lanjut dikatakan, pencarian 7 orang hilang masih dilakukan tim SAR gabungan. BNPB terus mendampingi BPBD dalam penanganan darurat. Penanganan darurat masih dilakukan di Desa Sapaya, Desa Bontomanai, Desa Mangempang, dan Desa Buakang di Kecamatan Bungaya Kabupaten Gowa yang mengalami banjir dan long sor dengan jumlah korban 29 orang meninggal. Tim SAR gabungan masih melakukan evakuasi dan pencarian korban hilang. Pembangunan jembatan darurat balley dilakukan oleh TNI dibantu instansi terkait dan warga. Pelayanan kesehatan oleh Dinas Kesehatan, PMI dan NGO. Dapur umum telah didirikan Brimob Polda Sulses dan Dinas Sosial.

“Kebutuhan mendesak yang diperlukan adalah permakanan, selimut, matras, pelayanan medis, MCK dan sanitasi, relawan untuk membersihkan lumpur, peralatan rumah tangga untuk membersihkan lumpur, trauma healing, dan lainnya,” pungkas Sutopo yang menerima penghargaan The Most Inspirational  ASN 2018 . Aceh24.com

 

Foto : Kondisi salah satu rumah yang rusak akibat banjir landa wilayah Sulawesi Selatan. 68 orang dinyatakan meninggal dan ribuan jiwa mengungsi. BNPB Sutopo

 

loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.