Awas ! Aceh Siaga Banjir #Lebih 1.200 Bencana Terjadi Sejak Awal Tahun Hingga 8 Mei 2020

0
134
Banjir landa Kota Banda Aceh-ist

LHOKSEUMAWE- Tingginya curah hujan dibeberapa wilayah Provinsi Aceh, dalam tiga hari kedepan, masyarakat diminta waspada. BMKG menyebutkan Aceh Siaga Banjir.

Sementara itu, BNPB mencatat lebih dari 1.200 bencana terjadi sejak awal tahun hingga awal Mei 2020. Kejadian bencana masih didominasi bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor dan puting beliung. Data BNPB per hari ini, Jumat (8/5) menyebutkan 172 orang meninggal akibat bencana yang terjadi. 

Banjir yang sudah mengenangi Aceh, Jum’at adalah Kota Banda Aceh, Aceh Besar, Bireuen dan sebagian di Nagan Raya juga terjadi angin kencang. Akibatnya pohon tumbang dan empat orang cedera. Begitu pula bencana longsor terjadi di kawasan Geurute.

Sementara dari Lhokseumawe, malam ini masih diguyur hujan namun tidak sederas sore tadi. Walaupun demikian, sejumlah ruas di jalan Perdagangan dan Sukaramai, air mengenangi jalan.

Sedangkan, BNPB mengidentifikasi bahwa lebih dari 99% kejadian bencana merupakan bencana hidrometeorologi. Bencana yang paling dominan yaitu banir dengan jumlah kejadian 457 kali, puting beliung 359, tanah longsor 275 dan gelombang pasang atau abrasi 2. Di samping itu, kategori bencana hidrometeorologi lain yang jumlahnya tinggi yaitu kebakaran hutan dan lahan (karhutla), 119 kali.  Total kejadian bencana berjumlah 1.221. Di samping bencana tersebut, BNPB mencatat juga bencana lain seperti letusan gunung api 3 kali dan gempa bumi 5. Jumlah kejadian bencana ini di luar bencana nonalam, yaitu pandemi COVID-19. 

Sementara itu, sejumlah bencana ini mengakibatkan dampak korban jiwa dan kerusakan. Korban luka-luka sebanyak 235 orang, mengungsi 8, mengungsi 1,97 juta. Kerusakan berupa rumah mencapai 17.105 unit, sedangkan infrastruktur lain seperti fasilitas pendidikan 327 unit, peribadatan 394, kesehatan 32, perkantoran 58 dan jembatan 172 unit.

Bencana banjir merupakan kejadian yang paling banyak memakan korban meninggal dunia, dengan jumlah 120 orang, sedangkan tanah longsor 46 dan puting beliung 5. Banjir juga menyebabkan sebagian besar warga harus mengungsi, dengan jumlah 1.951.412 orang. 

Memasuki bulan kelima ini, musim kemarau termonitor di sebagian besar wilayah Indonesia. Meskipun bencana banjir dan longsor masih terjadi. Terakhir seperti banjir di enam desa di wilayah Banda Aceh pada hari ini. 

BMKG melaporkan  bahwa puncak musim kemarau pada Agustus 2020. Diprakirakan kondisi hujan normal pada musim kemarau, sedangkan selama kemarau perlu mendapatkan perhatian terhadap potensi karhutla dan kekeringan. Kepala Bidang Prediksi dan Peringatan Dini Cuaca BMKG Miming Saepudin mengatakan bahwa daerah rawan karhutla di Pulau Sumatera, seperti Riau, Jambi dan Sumatera Selatan. Berdasarkan analisis BMKG, wilayah tersebut diprakirakan akan mendapatkan curah hujan menengah sampai rendah pada bulan Juni – September 2020.

Daerah rawan karhutla di Pulau Kalimantan meliputi Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan. Wilayah-wilayau ini akan mendapatkan curah hujan menengah hingga rendah pada bulan Agustus dan September 2020.

Demikian Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati dalam siaran persnya Jum’at (8/5). Aceh24.com

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.