AcehBerita FotoNusantara

Atlit Panahan Lhokseumawe, Terancam Ikut Pra Pora

Foto : Atlit panahan Kota Lhokseumawe, serius mengikuti latihan untuk Pra Pora di Banda Aceh, akhir Oktober mendatang. Sayangnya, atlit senior terancam ikut Pra Pora menyusul ketiadaan alat panahan. Foto diabadikan, Senin sore (16/10). Aceh24.com

Atlit Panahan Lhokseumawe Terancam Ikut Pra Pora

  • Ketua KONI Berang

LHOKSEUMAWE-Pra Pora tinggal hitungan hari saja. Namun,  atlit panahan andalan Kota Lhokseumawe, bakal terancam ikut Pra Pora di Banda Aceh. Kenapa ? Ternyata disebut hanya ketiadaan alat panahan.

Demikian disampaikan Ketua Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) Kota Lhokseumawe, Muzakir kepada Aceh.com, Senin malam (16/10) sekira pukul 23.00 WIB.

“Atlit panahan senior bakal gagal ikut pra pora. Ini karena ketiadaan alat yang memadai seperti ronde recurve dan ronde compound,” kata Muzakir.

Menurut Muzakir, kendati kendala alat pemanahan namun peserta terus berlatih dan sudah ready. “Sayangnya, KONI Lhokseumawe, ngak sanggup sediakan alat,” tambahnya.

Lebih lanjut dikatakan, Pra Pora bakal berlangsung tanggal 27 Oktober di Banda Aceh.Untuk atlit panahan Kota Lhokseumawe, sangat membutuhkan sponsor. Ya, atau donator yang mau membeli alat panahan atlit,” ungkap Muzakir dengan nada mengharap.

Selama ini, terang Muzakir, pembelian alat untuk atlit junior dan keberangkatan seleksi kejurnas bersifat mandiri. “Yah, bantuan dari orang tua atlit masing-masing,” ujar dia.

Kendati demikian, Alhamdulilah karena kerja keras pengurus Perpani membuahkan hasil dengan meloloskan 2 atlit panahan untuk kejurnas 2017.yaitu Rosa Rahayu dan Atika Fitriani.

Adapun pemanah senior terancam gagal ikut Pra Pora adalah Muktar dalam katagori Ronde Recurve dengan prestasi sebelumnya meraih 3 emas plus 2 perak pada Pora 2014 di Aceh Timur. Sedangkan kejurnas di Lampung meraih 1 perak dan 1 perunggu.

Lalu, Jufrizal katagori Ronde Caupound pada Pora 2014 menyumbang 1 emas. Di Lampung 1 perunggu, kata Muzakir sembil menambahkan kedua atlit ini juga tercatat sebagai guru di sekolah Sukma, Panggoi, Lhokseumawe.

Sementara itu, Ketua Koni Lhokseumawe, Raman Biro, yang dihubungi Aceh24.com, dengan nada keras meminta ketua Perpani Kota Lhokseumawe, Muzakir untuk terlebih dahulu konfirmasi dirinya. “Siapa yang bilang, Oh Muzakir suruh konfirmasi saya dulu dia,” jawab  Raman Biro dengan nada angkuh. Aceh24.com

 

Foto : Atlit panahan Kota Lhokseumawe, serius mengikuti latihan untuk Pra  Pora di Banda Aceh, akhir Oktober mendatang. Sayangnya, atlit senior terancam ikut Pra Pora menyusul ketiadaan alat panahan. Foto diabadikan, Senin sore (16/10). Aceh24.com

Related Articles

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button
%d blogger menyukai ini: