Anggota TNI Hadang Wartawan Liput Pengungsi Rohingya

0
262
Sejumlah anggota TNI melarang wartawan meliput etnis Rohingya yang berada di eks Kantor Imigrasi Lhokseumawe, Jum’at (26/6).

# AJI : Ini Kesembongan Aparat

  • Imigrasi tak Melarang Wartawan Liput

LHOKSEUMAWE-Sedikitnya 10 anggota TNI dari Kodim 0103 Aceh Utara, melarang wartawan melakukan tugasnya meliput kondisi 98 pengungsi Rohingya di bekas Kantor Imigrasi, Blang Mangat, Lhokseumawe, Jum’at (26/6).

Sementara itu, Dandim 0103 Aceh Utara, Letkol Inf Agung Sukoco saat dikonfirmasi Aceh24.com  menyebutkan TNI tidak melarang meliput. Hanya saja kewenangan pemberian ijin bukan dari  pihaknya.

“Pihak Imigrasi meminta tolong kepada kami untuk tidak mengijinkan yang tidak berkepentingan masuk ke dalam area tersebut,” ungkap Dandim Agung Sukoco.

Lebih lanjut disebutkan bila rekan-rekan wartawan ingin meliput langsung saja minta izin dengan pihak imigrasi.

Sementara, Kepala Imigrasi Lhokseumawe, Fauzi mengatakan pihak Imigrasi Lhokseumawe tak melarang wartawan melakukan peliputan pengungsi Rohingya di bekas kantor Imigrasi kawasan Blang Mangat, Lhokseumawe. . “Kita, Imigrasi tidak ada melarang wartawan meliput pengungsi Rohingya. Silakan saja meliput sesuai tugas,” kata Fauzi menjawab Aceh24.com, Jum’at sore.

Ditempat terpisah, apapun alasannya. Dandim 0103 Aceh Utara, Letkol Inf Agung Sukoco diminta segera tarik anak buahnya yang bertugas disitu.  “Dandim harus tarik anggotanya dari lokasi itu. Karena bukan tupoksi mereka untuk melarang wartawan,” kata Rahmad wartawan LKBN Antara, kepada Rakyat Aceh,

Menurut fotografer ini. Setidaknya ada 10 anggota TNI cekcok dengan wartawan yang hendak meliput kondisi etnis Rohingya setelah kapal mereka karam ditengah laut dan terdampar di perairan Seunedon, Aceh Utara,.

Sebelumnya, sejumlah wartawan lebih dari 24 jam berada di pantai Teupin Kuyun, Jambo Aye dan Pantai Lancok melakukan tugas peliputan. Tanpa ada lararangan sama sekali. Bahkan, Danrem 011 Lilawangsa saja bersedia wawancara dengan wartawan kendati malam itu sudah menjelang Kamis dinihari.

Tetapi kena saat ini, justru adanya pelarangan sehingga sampai terjadi adu mulut berkepanjangan. Tak hanya itu, aksi keluar dari grup whaatshap juga dilakukan wartawan sebagai tanda protes.

                                                  Kesombongan Aparat

 Sementara itu, Aliansi Jurnalis Independen langsung mengeluarkan siaran pers menyikapi aksi tak bersahabat 10 anggota TNI yang melarang peliputan warga Rohingya.

Ketua AJI Lhokseumawe, Agustiar  menyatakan, seharusnya TNI yang ditempatkan sebagai petugas keamanan dilokasi tidak melakukan tindakan pelarangan terhadap jurnalis yang sedang melakukan peliputan. Sebab wartawan dalam bertugas dilindungi oleh UU Pers nomor 40 tahun 1999.

Tindakan menghalangi peliputan pada hari Jumat, 26 Juni 2020 di Bekas Kantor Imigrasi Lhokseumawe, Punteut, Blang Mangat Lhokseumawe, ini merupakan kesombongan aparat yang tidak layak dilakukan di era keterbukaan informasi yang sudah sesuai dengan undang-undang.

AJI mengakui kalau lokasi penempatan sementara Imigran Rohingya memang bukan ruang publik.  Namun sejumlah wartawan telah terlebih dahulu meminta izin kepada petugas jaga dengan menunjukkan ID Card.

Hanya saja, pelarangan jurnalis menjalankan tugas adalah bentuk pengekangan kebebasan pers dan pelanggaran terhadap UU Pers Nomor 40 tahun 1999.

Pada pasal 4 UU Pers menjamin kemerdekaan pers, dan pers nasional memiliki hak mencari, memperoleh dan menyebarluaskan gagasan dan informasi.

Dalam ketentuan pidana pasal 18 UU Pers, setiap orang yang melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang dapat menghambat atau menghalangi ketentuan pasal 4 ayat 2 dan ayat 3, terkait penghalang-halangan upaya media untuk mencari dan mengolah informasi, dapat dipidana kurungan penjara selama 2 tahun atau denda paling banyak 500 juta rupiah.

Mengutuk aksi pelarangan liputan yang dilakukan oleh anggota TNI yang berjaga di lokasi karantina sementara Imigran Rohingya, dan memita petinggi TNI untuk membenahi aturan yang diterapkan oleh bawahannya, pesan akhir AJI dalam siaran pers, Jum’at Sore (26/6). Aceh24.com FOto : Sejumlah wartawan dilarang oleh anggota TNI liput pengungsi Rohingya yang berada di bekas Kantor Imigrasi, Blang Mangat, Lhokseumawe, Jum,at (26/6).

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.