Algojo Cambuk 17 Kali Pelaku Maisir

0
119
Algojo mengeksekusi 17 kali cambuk pelaku maisir ditengah pandemi COVID-19 kepada seorang pelanggar Syariat Islam, yang berlangsung di Stadion Tunas Bangsa,Lhokseumawe, Jum’at (24/7). Hukum cambuk telah dilaksanakan 12 kali dilakukan di Lhokseumawe, sejak tahun 2017 dengan jumlah pelanggaran Syariat Islam 38 orang.

# Sejak 2017 Sudah 12 Terjadi Eksekusi

LHOKSEUMAWE-AM bin A menghadapi algojo dengan 17 kali cambukan setelah turun keputusan Mahkamah Syariat Islam Lhokseumawe. Eksekusi berlangsung di lapangan Stadion Tunas Bangsa, Jum’at petang (24/7).

Terpidana melanggar pasal 20 Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014, tentang hukum jinayat.  Hukuman cambuk terhadap AB dikurangi 3 kali dari 20 kali. Pengurangan hukuman  karena terdakwa sudah menjalani masa tahanan selama 3 bulan 8 hari.

Kadis Syariat Islam dan Pendidikan Dayah Lhokseumawe, Misran Fuadi mengatakan hukuman yang dilaksanakan oleh pelanggar harus dihormati. “ Eksekusi yang dilakukan ini merupakan pelajaran. Beginilah kalau kita melakukan pelanggaran.,” katanya.

Lebih lanjut disebutkan, bila melihat historis orang-orang dihukum masa nabi, mereka diberi penghormatan karena menerima hukuman.  “Kesalahan yang kita lakukan tidak terhormat. Kasus maisir tidak terhormat. Kasus khalwat tidak terhormat. Tapi menerima hukuman terhadap maisir, menerima hukuman yang divonis pengadilan,  kita terima. Sifat menerima hukuman itu, itu terhormat.  Jadi yang terhukum satu sesi telah berbuat tidak terhormat. Tapi menerima hukuman ini adalah terhormat. Maka kita sebagai masyarakat tetap saja menganggap kepadaterhukum bukan melakukan buat sorak-sorak. Tetapi adalah semua momen kesadaran secara nyata,” kata Tgk Misran.

“Terhukum berhak mendapatkan kehormatan. Terhukum berhak menjadi orang baik,” kata Kadis Syariat Islam dan Pendidikan Dayah Lhokseumawe, mewakili Walikota dalam sambutannya.

Sedangkan data diperoleh Aceh24.com dari Kasat Pol PP-WH Lhokseumawe, Zulkifli menyebutkan sepanjang tahun 2017 hukum cambuk telah dilaksanakan 12 kali dilakukan di Lhokseumawe. Dengan jumlah pelanggaran 38 orang.

“Ini hukuman cambuk pertama tahun 2020 ini,” kata Zulkifli.

Hadir dalam eksekusi hukum cambut,  Muhammad Doni Sidik dari Kejaksaan Lhokseumawe, unsure TNI-Polri dan tokoh masyarakat.

Setelah menjalani eksekusi cambuk AM bin A bebas dari tahanan. Sedangkan kondisi terdakwa setelah menjalani cambuk dalam keadaan sehat.  Aceh24.com

polres lsm

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.