AcehBerita Foto

Aksi Solidaritas Wartawan Lhokseumawe

 

Solidaritas wartawan media cetak, online dan elektronik menggelar aksi meminta Kapolri dan Jaksa Agung untuk tidak memproses pemindana terhadap Dandhy karena tulisannya. Senin (26/9)

Kapolri dan Jaksa Agung Diminta tak Pidanakan Dandhy

LHOKSEUMAWE-Puluhan wartawan dari media cetak, online dan televisi di Lhokseumawe, Provinsi Aceh, menggelar aksi solidaritas menolak atas rencana mempidanakan Dandhy Dwi Laksono, yang diadukan oleh DPD Relawan PDI Perjuangan, Jawa Timur. Aksi berlangsung damai di kawasan Taman Riyadah, Senin (26/9).

Kenapa dilapor Dandhy ? Tentu saja karena tulisan Dandhy dinilai menghina Presiden ke 5 Indonesia, Megawati. Sejumlah wartawan di Aceh Utara dan Lhokseumawe, menyebutkan Tulisan Dandy adalah opini  karakter tulisan kritik, dan bukan masuk katagori penghinaan.

“Untuk menjelaskan sebuah tulisan bernada kritik adalah mengungkapkan bahwa redaksional yang digunakan berbasis fakta dan menyoroti apa yang (pernah) dilakukannya sebagai pejabat publik. “Bukan persoalan Suu Kyi, Megawati, Jokowi atau nama-nama lain yang disebutkan dalam tulisan itu,” kata koordinator aksi Datuk Haris Maulana, kepada Aceh24.

Solidaritas ini meminta Kapolri dan Jaksa Agung untuk tidak mempidanakan penulis. “Bukankah dalam UUD RI pasal 28 E ayat 3 sudah berbunyi ” Setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pendapat,” papar Datuk selaku kontributor Detik.com di Lhokseumawe.

Sehingga komunitas wartawan di Lhokseumawe dan Aceh Utara yang tergabung dalam AJI, PWI Aceh Utara, DPP Persatuan Wartawan Aceh (PWA), LBH Lhokseumawe dan BEM Universitas Malikusaleh, mendesak Kapolri dan Jaksa Agung, menghentikan semua proses pemidanaan terhadap aktivis di Indonesia. Karena meladeni aduan para pelaporyang memelintir hukum untuk kepentikan pembungkaman kritik adalah upaya menjauhi semangat keadilan.

Kepada Menteri Komunikasi RI dan anggota Komisi 1 DPR RI agar segera mencabut pasal UU ITE yang kerab dipelintir untuk membungkam demokrasi sesuai pasal 27 ayat 3, pasal 28 ayat 2 dan pasal 29 UU ITE.

Solidaritas wartawan berlangsung selama 1 jam. Dimulai pukul 10.00 WIB hingga pukul 11.00 WIB. “Kita mengitari tugu selamat datang di Kota Lhokseumawe, setelah pelepasan di kawasan taman Riyadah,” papar Datuk dan diamini Ketua AJI Kota Lhokseumawe, Agustiar. Aceh24

 

Foto : Aksi Solidaritas wartawan media cetak, online dan televisi saat orasi sambil berjalan kaki mengitari tugu selamat datang di Kota Lhokseumawe, Senin (26/9). Tujuannya, mengharapkan Kapolri dan Jaksa Agung tidak memproses pemidanaan Dandhy soal tulisannya. Aceh24

 

 

 

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Back to top button
%d blogger menyukai ini: