ADB Hibah 54 Juta AS Bangun Unimal Zona Bebas Korupsi

0
Rektor Unimal saat memberikan keterangan pers bantuan dana hibah ADB 54 juta AS. Istimewa

LHOKSEUMAWE-The Asian Development Bank (ADB) memberikan dana hibah 54 juta AS untuk membangun Universitas Malikussaleh (Unimal ) dari lima perguruan tinggi yang memenangkan paket  tersebut.

Demikian garis besar pernyataan Rektor Unimal Dr Herman Fithra, ST. MTsaat melakukan pertemuan dengan kalangan wartawan di Aula meurah Silu, Lhokseumawe, Rabu (6/2/2019).

Menurut rector, dana hibah tersebut akan digunakan untuk peningkatan kualitas sumber daya agar bisa masuk 100 besar Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di nusantara ini.

“Paling banyak digunakan untuk peningkatan kualitas sumber daya manusia seperti biaya pendidikan dosen di dalam dan luar negeri,” kata Herman.

Hanya saja, Herman pun menjelaskan bila dana tidak dikelola dengan baik maka akan menjadi bala. Namun, diharapkan bisa menjadi anugerah.  Untuk itu, ia bertekad membangun Unimal menjadi kampus zona integritas bebas korupsi.

“Dukungan kawan-kawan wartawan sangat penting untuk memperkuat integritas Unimal,” tambah Herman dua bulan menjabat Rektor Unimal menggantikan Prof Afridar.

Lebih lanjut dikatakan, tanpa dukungan jurnalis dan pihak laintidak mungkin mewujudkan Unimal menjadi zona integritas bebas korupsi.

Sekedar mengingatkan, Unimal saat ini berada di peringkat 79 dari 500-an yang diriset sebuah lembaga pemeringkat kampus.  “Target saya, tahun depan paling tidak masuk 100 besar perguruan tinggi negeri di Indonesia,” janji Herman .

Ia menyebutkan Unimal bisa jadi tempat kuliahnya orang-orang miskin dengan biaya murah. Untuk itu, Unimal terus berjuang agar tetap berada di tiga besar penerima beasiswa Bidikmisi. Meski universitas lain banyak menolak Bidikmisi karena tidak menguntungkan dari aspek ekonomis.

“Bukan berarti pendidikan murahan, tetapi fokus pada peningkatan kualitas pendidikan yang terjangkau semua kalangan kurang mampu.”

Karena itu Rektor mengharapkan dana otonomi khusus Aceh (DOKA) juga bisa digunakan untuk beasiswa bagi anak-anak tak mampu di pedalaman Aceh, sehingga memberi kesempatan bagi anak-anak tak mampu untuk mengakses pendidikan tinggi.

Namun, ke depan Unimal harus menjadi Badan Layanan Umum (BLU). Target itu diakui sangat berat karena salah satu syarat sumber dari biaya pendidikan yang tinggi. Sekarang pendapatan Unimal dari SPP angat rendah karena biaya kuliah di Unimal sangat murah.

Unimal juga memberikan perhatian serius kepada calon mahasiswa yang hafidz Al-Quran dan atlet berprestasi. Aceh24.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.