Ada 8 Kecamatan di Aceh Utara Pasung Penderita Gangguan Jiwa

0
ilustrasi

LHOKSEUMAWE-Sebanyak 14 orang menderita gangguan jiwa di Aceh Utara yang tersebar di delapan kecamatan terpaksa dipasung oleh keluarganya. Pemasungan dilakukan akibat habis stok obat.

Penegasan itu disampaikan Kepala Seksi Konseling dan Trauma Dinas Kesehatan Aceh Utara, Sri Aprianti kepada Aceh24.com, Sabtu petang.

Menurut dia, penderita sebelumnya sudah mendapat perawatan di Rumah Sakit Jiwa (RSJ). Sembuh dibawa pulang keluarga.  Namun stok obat habis, pasien kambuh lagi.

“Kambuh lagi karena putus obat. Rata-rata dialami orang miskin. Selain itu, yang merawat bukanlah keluarga inti,” kata Sri Aprianti.

Menjawab lebih lanjut, Sri menyebutkan dari 14 penderita gangguan jiwa tersebar di 8 kecamatan berada di  Kecamatan Dewantara, Syamtalira Aron, Baktia, Baktia Barat, Simpang Keuramat, Buket Hagu, Muara Batu dan Syamtalira Bayu.

Seperti pemberitaan sebelumnya, ada 14 orang mengalami gangguan jiwa masih dipasung dari 2.516 warga di kabupaten berpenduduk mencapai 575 ribu jiwa itu.

Hal itu disampaikan Plt Kepala Dinas Kesehatan Aceh Utara Khalmidawati menjawab Aceh24.com,  Sabtu (23/2/2019).

“Ada 14 orang yang masih dipasung akibat gangguan jiwa,” katanya.

Menurut dia, korban alami gangguan jiwa di kabupaten yang memiliki 852 desa rata-rata akibat factor ekonomi dan narkoba.

Dilanjutkan, pihaknya terus membujuk keluarga korban gangguan jiwa agar tidak memasung korban. Hingga saat ini petugas puskesmas di  27 kecamatan terus memantau orang yang mengalami gangguan jiwa untuk memberikan bantuan perawatan.

Khalmidawati menambahkan dari 2.516  orang alami gangguan jiwa 56 orang diantaranya dalam perawatan intensif.  Selebihnya sudah mulai berangsur membaik dengan meminum obat. Aceh24.com

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.