Home Blog

Yuk Ini Jadwal Hobby Touring Banda Aceh-Takengon

0
Touring eXpedition 2019, banda aceh, takengon.ist

Siamang Terancam Punah di Hutan Gunung Salak Aceh Utara

0
Siamang kawasan hutan Gunung Salak, Aceh Utara. di KM 37. Hewan ini terancam punah akibat lahan hutan mulai berkurang. foto diabadikan Minggu (18/8). Aceh24.com

Foto : Siamang atau Symphalagus Syndactylus, kera hitam berlengan panjang hidup di pepohonan dan sangat tangkas. Inilah salah satu hewan langka yang masih berada di kawasan Km 37 Gunung Salak, Alu Dua, Kecamatan Nisam Antara, Aceh Utara. Populasinya terancam punah menyusul hutan mulai menipis. Foto diabadikan, Minggu (18/8). Aceh24.com

FMPP Tuding Penangkapan Mahasiswa oleh Polisi Ilegal

0
Foto : FMPP gelar konfrensi pers di Lhokseumawe, Jum’at (16/8) terkait pengamanan lima mahasiswa dan pemukulan Ketua Komisi 1 DPR Aceh, Azhari Cage, oleh oknum polisi saat refleksi 14 tahun MoU di halaman gedung DPR Aceh. Aceh24.com

LHOKSEUMAWE-Front Mahasiswa Prodemokrasi Pasee (FMPP) menilai penangkapan lima mahasiswa oleh polisi saat agenda refleksi Ke 14 Tahun MoU Helsinki di halaman gedung DPR Aceh, merupakan illegal.

“ Aparat kepolisian harus bertanggung jawab atas tindakan reprensif terhadap kawan-kawan peserta aksi. Karena tindakan reprensif itu ilegal tidak pernah dibenarkan oleh UUD apapun,” kata Fakhrur Razi Koordinator FMPP dalam konfrensi pers, Jum’at (16/8) di Lhokseumawe.

Didampingi perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unimal, Dewan Perwakikan Mahasiswa (DPM) FISIP Unimal, Perwakikan Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC-PMII) Kota Lhokseumawe, Perjuangan Rakyat Ekstra Parlementer, Jaringan Advokasi Sumber Daya Alam, Eksekurif Wilayah Liga Mahasiswa Nasional Untuk Demokrasi (EW-LMND) Provinsi Aceh dan Eksekutif Kota Liga Mahasiswa Nasional Untuk Demokrasi (EK-LMND) Kota Lhokseumawe, meminta Kapolda Aceh untuk memberikan pendidikan ulang terhadap oknum kepolisian di seluruh jajaran Polda Aceh sampai di tingkat kabupaten/kota.

1.Tak itu saja, ada 7 (tujuh) poin keseluruhan yang diharapkan FMPP untuk dijalankan yaitu Aparat keamanan harus menjamin berjalannya aksi dengan baik sesuai dengan UUD No.9 tahun 1998 tentang kebebasan berpendapat di muka umum.

Dan menjalankan peraturan Kapolri No.7 tahun 2012 tentang tata cara penyelenggara pelayanan, pengamanan dan penanganan perkara penyampaian pendapat di muka umum.

2.Kami minta Polda Aceh untuk memberikan pendidikan ulang terhadap oknum kopolisian di seluruh jajaran Polda Aceh sampai di tingkat kabupaten/kota.

3.Kami meminta kapolri harus menindak lanjuti sikap anggotanya yang telah melakukan tindakan reprensif terhdap kawan-kawan mahasiswa yang malakukan aksi di gedung DPRA.

4.Kami ingatkan pihak kepolisian Polda Aceh untuk dapat menjalankan UUD 1945 sebagai dasar negara.

5.Apabila Segala tindakan yang berupaya membungkam aksi massa untuk menyampaikan pendapat di muka umum di Provinsi Aceh tidak dapat dihilangkan maka akan dapat merusak persatuan nasional, dan disorientasi demokrasi di Aceh.

6.Aparat kepolisian harus bertanggung jawab atas tindakan reprensif terhadap kawan-kawan peserta aksi. Karena tindakan reprensif itu ilegal tidak pernah di benarkan oleh UUD apapun.

7.Kami meminta solidaritas pembebasan terhadap ke lima kawan-kawan mahasiswa yang sampai detik ini masih di tahan (Sudah pulang-red)

Sekedar mengingatkan, peristiwa ini menurut FMPP tentu saja berawal dari  salah seorang yang ikut tergabung di dalam peserta kemudian menurunkan bendera bintang bulan yang sudah di naikkan oleh peserta aksi.

“Kemudian orang tersebut juga tidak di ketahui oleh kawan-kawan peserta aksi, Ia memakai baju bebas berkomunkasi layaknya pihak kepolisian. Sehingga terjadinya tindakan reprensif dari oknum kepolisian,” kata Fakhrur Razi.

Dan inilah nama mahasiswa yang sempat diamankan untuk dimintai keterangan oleh Polisi. 1. M Sabar (Wakil BEM Unimal),  2. Ikhwan Fuadi ( korlap ), 3. Lukman Hakim, 4. Risky Ardial (Presiden UIN Ar –Raniry) dan Zubaili (Jaringan anak Suhada).

Sementara itu menjawab pemukulan terhadap Azhari Cage, Ketua Komisi 1 DPR Aceh, FMPP akan melakukan advokasi dan sangat menyesalkan aksi pemukulan wakil rakyat oleh oknum polisi.

Klarifikasi di Polresta

M Sabar salah seorang mahasiswa yang sempat diamankan pihak kepolisian menyebutkan pagi ini, (jum’at-red) mereka mendatangi Mapolresta Banda Aceh, guna mengklarifikasi soal tudingan mahasiswa ingin menurunkan bendera Merah Putih.

“Kami saat ini di Mapolresta Banda Aceh. Mau klarifikasi soal penurunan bendera merah putih. Kami tidak melakukannya,” ujar Sabar saat dihubungi Aceh24.com melalui ponselnya.

 

Foto : FMPP gelar konfrensi pers di Lhokseumawe, Jum’at (16/8)  terkait pengamanan lima mahasiswa dan pemukulan Ketua Komisi 1 DPR Aceh, Azhari Cage, oleh oknum polisi saat refleksi 14 tahun MoU di halaman gedung DPR Aceh. Aceh24.com

Anggota DPR Aceh Kena Bogem

0
f : medsos

LHOKSEUMAWE-Azhari Cage anggota DPR Aceh dari Komisi 1 mengalami tindak kekerasan disaat terjadi aksi tuntutan mahasiswa terhadap penggibaran bendera ‘Aceh’ Kamis siang (15/8).

Pemukulan terhadap Cage, malam ini dilaporkan langsung ke bagian propam Polda Aceh oleh wakil rakyat ini.

“Benar. Lon di Polda Jinoe .” Jawab Azhari saat dihubungi Aceh24.com melalui pesan whaatsap, mala mini pukul 20.05 WIB.

f; Azhari Ketua Komisi 1 DPR Aceh saat membuat laporan di Polda Aceh, Kamis malam. ist

Hanya saja ketika disinggung berapa kali alami pemukulan di wajah maupun badan serta oknum pemukul,  Cage belum menjawabnya. Besar kemungkinan masih dalam proses laporan ke pihak kepolisian setempat.

Yang jelas, pelaporan anggota DPRA malam ini ke Polda Aceh, mengharapkan adanya proses hukum bagi siapa saja pelaku yang memukul Azhari.  Tanpa pandang bulu tentunya. Aceh24.com

 

Foto : Medsos saat di halaman gedung DPRA

 

Hutan Dirambah 264 Ribu Jiwa Terancam Krisis Air

0
Foto : Aksi GEMPUR menolak penguasaan lahan hutan oleh PT RPPI karena ancaman krisis air bagi kebutuhan hidup 264 ribu jiwa dan satwa. Aparat kepolisian mengawal aksi yang berlangsung di kawasan Taman Riyadah, atau persisnya di persimpangan Bank Indonesia, Lhokseumawe, Kamis (15/8) Aceh24.com

LHOKSEUMAWE-Gerakan Masyarakat Pasee Peduli Air (GEMPUR) menggelar aksi di kawasan Taman Riyadah, Lhokseumawe, Kamis (15/8) terkait penguasaan lahan hutan mencapai 10.384 hektar di Aceh Utara. Efeknya,  ancaman krisis air bagi kebutuhan hidup 264.920 jiwa di Aceh Utara.

Koordinator GEMPUR, Musliadi Salidan dalam orasinya menyebutkan dampak buruk PT RPPI memiliki izin usaha pemanfaatan hasil hutan kayu dalam Hutan Tanaman Industri, sesuai SK Gubernur Aceh, nomor 522.51/569/2011, serta perubahan SK nomor 522.51/441/2012 dengan jangka waktu 60 tahun dan dapat diperpanjang satu kali untuk jangka waktu 35 tahun.

“Sebanyak 264.920 jiwa yang memiliki ketergantungan sumber air pada DAS Krueng Mane dan Krueng Pase, terancam krisis air. Ini disebbkan izin PT RPPI berada di kawasan hulu DAS yang berfungsi sebagai penyediaaan air bagi 13 kecamatan di Aceh Utara,” kata Musliadi.

Tak hanya ancaman krisis air bagi manusia, tetapi juga berdampak pada habitat satwa liar yang dilindungi. “Hilang sumber ekonomi warga dari hasil hutan non kayu seperti rotan,” tambahnya.

Lebih ironis lagi, hilangnya lahan yang dikelola masyarakat akibat tumpang tindih dengan PT RPPI. “Ancaman bencana alam karena kawasan itu merupakan kawasan rawan bencana level menegah dan tinggi,” ujar Musliadi Salidan.

Oleh karena itu, GEMPUR meolak segala kegiatan operasional PT RPPI di Aceh Utara. Dan, kepada Pemerintah Aceh untuk mencabut izin PT RPPI yang telah dikeluarkan.

Macet

Aksi puluhan aktivis tersebut berlangsung lancar dengan pengawalan aparat kepolisian. Kendati demikian, karena berangsung di jalan protocol Lhokseumawe, persisnya di persimpangan empat depan Bank Indonesia, maka kemacetan pun terjadi.

Amatan Rakyat Aceh, antrian kenderaan ketika traffic light warna merah, maka panjang pemberhentian pun melewati SPBU Kuta Blang. Jalan yang lebar mencapai 20 meter tak mampu menampung padatnya arus lalu lintas saat itu.

Syukurnya, polisi pengatur jalan dengan sigap memantau semua kenderaan. Bahkan, sesekali polisi lalu lintas harus memberi teguran kepada pengendera mobil yang tak memakai sabuk pengaman. Hal serupa juga dilalukan bagi pengguna sepeda motor yang tidak mengikut tali helm.

Dengan ramah, pemasangan tali helm pun dilakukan oleh petugas polisi lalu lintas. Dan, mendapat perhatian bagi pengguna jalan lainnya. Sampai aksi GEMPUR berakhir kegiatan berjalan aman. Aceh24.com

 

Foto : Aksi GEMPUR menolak penguasaan lahan hutan oleh PT RPPI karena ancaman krisis air bagi kebutuhan hidup 264 ribu jiwa  dan satwa.  Aparat kepolisian mengawal aksi yang berlangsung di kawasan Taman Riyadah, atau persisnya di persimpangan Bank Indonesia, Lhokseumawe, Kamis (15/8)  Aceh24.com

PT Pupuk Iskandar Muda Bantu Korban Kebakaran

0
PT PIM menyerahkan bantuan masa panik kepada korban rumah terbakar di Bangka Jaya, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara-Humas

 

KRUENG GEUKUEH- Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat di lingkungan Perusahaan, PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) memberikan bantuan kepada empat korban bencana kebakaran di Dusun II Desa Bangka Jaya Kecamatan Dewantara, Kabupaten Aceh Utara.

Empat warga penghuni rumah tersebut adalah Muhammad Nasir (34 ), Isnaini (25), Nurdin (47 ) dan Syaiful Bahri (41).

Bantuan masa panik tersebut, PT PIM memberikan empat paket. Paket tersebut berupa beras, minyak goreng, gula pasir, telur, mie instan, kopi, dan teh. Bantuan ini disampaikan langsung oleh Manajer Humas PT PIM Nasrun didampingi Manager PKBL & CSR Zulhadi dan Staff serta diterima oleh Geuchik Bangka Jaya Anwar Abdullah dan para korban.

Para korban kebakaran menyampaikan rasa terima kasihnya atas kepedulian yang diberikan oleh PT PIM. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban mereka yang sedang dilanda musibah.

Selain paket bantuan, PIM melalui tim tanggap darurat lingkungan juga merespon dengan cepat saat kebakaran terjadi dengan mengirimkan Petugas Pemadam Kebakaran ke lokasi kejadian. Saat itu tim dari PIM bersama dengan Pemadam kebakaran Kabupaten Aceh Utara Pos Krueng Mane dan Pos Lhokseumawe dengan sigap memadamkan api sehingga tidak menjalar ke perumahan di sekitarnya. Aceh24.com

Foto : Manager Humas PT PIM, Nasrun didampingi Manager PKBL & CSR Zulhadi menyerahkan bantuan masa panik kepada korban rumah terbakar  di Desa Bangka Jaya, Krueng Geukueh, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara. F : Humas PIM

Pelabuhan Pendaratan Ikan Bantuan PT PIM Diresmikan

0
FOTO ; Direktur SDM & Umum, PT PIM, Usni Syafrizal, Wakil Bupati Aceh Utara, Fauzi Yusuf dan sejumlah undangan menyaksikan acara peusijuek Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) di Bangka Jaya, Krueng Geukueh, Aceh Utara yang dilakukan oleh Waled Jalaluddin Ibrahim.

KRUENG GEUKUEH- PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) membangun Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) seluas 30 x 50 meter di Bangka Jaya, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara. Pesermian dilakukan, Selasa (6/8).

PPI dibangun merupakan pengembangan dan percepatan pembangunan perusahaan ke depan. Peresmian pun dilakukan oleh Wakil Bupati Aceh Utara, Fauzi Yusuf yang didampingi Direktur SDM & Umum, PT PIM, Usni Syafrizal, Selasa (6/8).

Sementara itu, Manager Humas PT PIM, Nasrun dalam Press Release menyebutkan PPI di Bangka Jaya dikerjakan oleh kontraktor lokal. Dengan harapan mampu menampung lebih dari 30 boat nelayan yang selama ini bersandar di antara PT AAF dan PT PIM.

PT PIM bantuan Balai Pengajian, di Banka Jaya, Krueng Geukueh

Disebutkan, nelayan yang mangkal selama ini adalah nelayan-nelayan berasal dari wilayah Kecamatan Dewantara, Kecamatan Muara Batu dan sekitarnya.  Adapun PPI yang diresmikan atas prakarsa PT PIM yaitu ukuran 30 x 50 meter.

Lebih lanjut disebutkan, sesuai dengan visi dan misi perusahaan untuk menjadi produsen pupuk dan petrokimia yang kompetitif, maka perusahaan melakukan diversifikasi produk dengan konsep cluster Pabrik Pupuk NPK.  Tahap pertama akan dibangun pabrik NPK Chemical dengan kapasitas 500.000 ton/tahun pada lahan PT PIM seluas 12 Hektar.

Sebelumnya, Wakil Bupati Aceh Utara, Fauzi Yusuf dalam sambutan peresmian mengatakan keyakinan akan kehadiran PPI tersebut merupakan dambaan seluruh masyarakat Bangka Jaya dan nelayan.

Direktur SDM dan Umum, PT PIM, Usni Safrizal bersama Wakil Bupati Aceh Utara, Fauzi Yusuf berfoto bersama undangan dan anak yatim, di Bangka Jaya, Dewantara, Selasa (6/8)

“Dengan lancarnya jalur ekonomi tentu akan dapat meningkatkan pendapatan  perekonomian masyarakat. Kehadiran PPI ini diharapkan dapat dipelihara dengan baik. Karena banyak hal yang dapat dikembangkan disini,” kata wabup.

Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh Utara, M Jafar menyebutkan Pemerintah Daerah Aceh Utara, akan memperluas area PPI pada bagian barat yang telah dibangun seluas 50 x 100 meter persegi.

Kemudian sebelah timur dikembangkan diperluas menjadi genangan 8.000 meter. “Diperhitungkan nettonya  area sekitar 12.000 meter persegi.  Dan, bisa menampung boat-boat nelayan yang dibawah 3 BT sekitar 300 unit,” katanya.

Kedepan kawasan ini akan terjadi siklus nelayan. Dan, bakal ada balai nelayan dan komunitas nelayan. “Pembangunannya akan dilakukan secara bertahaf sesuai dengan kemampuan,” pungkas M Jafar.

Bantuan Balai Pengajian

Agenda peresmian PPI tidak hanya menyantuni anak yatim namun juga memberikan bantuan rehab balai pengajian Al Amin, Gampong Bangka Jaya dari perusahaan berlogo Gajah Putih itu Rp 10.000.000.-

Penyerahan bantuan langsung diterima oleh Geuchik Bangka Jaya, Anwar Abdullah dari Direktur SDM dan Umum, PT PIM, Usni Syafrizal.

Diakhir acara pun berlangsung peusijuek PPI oleh Waled Jalaluddin Ibrahim yang turut disaksikan ratusan undangan dan masyarakat. Aceh24.com

FOTO ; Direktur SDM & Umum, PT PIM, Usni Syafrizal, Wakil Bupati Aceh Utara, Fauzi Yusuf dan sejumlah undangan menyaksikan acara peusijuek Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) di Bangka Jaya, Krueng Geukueh, Aceh Utara yang dilakukan oleh Waled Jalaluddin Ibrahim.

Foto : Penyerahan bantuan rehab balai pengajian di Bangka Jaya, Dewantara, Aceh Utara, oleh Direktur SDM & Umum, PT PIM, Usni Safrizalyang diterima Geuchik, Anwar Abdullah, Selasa (6/8).

Foto : Wakil Bupati Aceh Utara, Fauzi Yusuf, Direktur SDM & Umum, PT PIM, Usni Safrizal berfoto bersama anak-anak yatim seusai peresmian Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) di Bangka Jaya, Selasa (6/8)

 

 

PWA Sinyalir Wartawan Ingin Dibakar Hidup-Hidup

0
Logo Persatuan Wartawan Aceh

PWA Duga Pelaku Ingin Bakar Hidup-hidup Wartawan
“Terkait Pembakaran Rumah Asnawi”

LHOKSEUMAWE- Ketua Umum DPP Persatuan Wartawan Aceh (PWA) Maimun Asnawi, SH.,M.Kom.I, mengecam dan mengutuk keras atas dugaan pelaku pembakaran rumah Asnawi wartawan di Aceh Tenggara, pada Selasa (30/7/2019) pukul 01.30 dini hari.

Pelaku bukan saja membakar rumahnya, tapi ingin membakar Asnawi bersama keluarga yang terlelap tidur didalam rumah. Untung saja, Asnawi terbangun setelah mendengar teriakan warga setempat saat api mulai membesar membakar rumahnya. Asnawi adalah wartawan Serambi Indonesia yang juga mantan Ketua DPW Persatuan Wartawan Aceh Kabupaten Aceh Tenggara.

“Jika benar rumahnya dibakar dan bukan terbakar maka ini menjadi persoalan serius bagi dunia wartawan di bumi Aceh, karena pelaku sangat sadis. Kalau ada pemberitaannya selama ini membuat orang lain tidak senang, kan bisa memberikan hak jawab, hak koreksi atau mengadukan ke Dewan Pers,”tegas Ketua Umum Persatuan Wartawan Aceh, didampingi Sekretaris Jenderal, Erwin, S.IAN, dalam relisnya kepada media.

Menurut dia, ini merupakan sebuah keprihatinan yang mendalam bagi kita semua wartawan di Aceh. Dan perlu diketahui wartawan adalah pilar ke empat demokrasi yang setiap saat menyuarakan kebenaran, keadilan bagi seluruh masyarakat. Apabila musibah yang didalami oleh Asnawi murni disebabkan ketidaksenangan seorang-seorang atas pemberitaannya maka kami dari PWA menyatakan sikap.
1. Kasus itu merupakan sebuah perbuatan yang membungkam tugas dan fungsi wartawan atau membatasi kebebasan pers dalam meliput dan memberikan informasi kepada masyarakat.
2. Mendesak Polres Aceh Tenggara untuk bekerja cepat dalam mengungkap kasus dugaan pembakaran rumah wartawan yang juga mantan Ketua DPW PWA Aceh Tenggara.
3. Kami menduga ada aktor yang menyuruh membakar rumah dan termasuk membakar Asnawi bersama keluarga secara hidup-hidup.
4. Jika benar kasus pembakaran itu dilakukan oleh orang suruhan oknum tertentu maka ini telah berdampak buruk bagi kebebasan pers di Aceh kedepan.
5. Kami Persatuan Wartawan Aceh siap melawan siapapun kelompok kejahatan dan pelaku kriminalitas terhadap wartawan di Aceh.
6. Wartawan bekerja sesuai dengan Undang-undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers, dalam pasal 18 disebutkan, menghalang-halangi serta melakukan tindak kekerasan terhadap jurnalis yang tengah menjalankan tugasnya. Pelaku bisa dikenakan pidana.
Tertanda
Ketua Umum DPP Persatuan Wartawan Aceh
Maimun Asnawi, SH.M.Kom.I

Sekretaris Jenderal DPP Persatuan Wartawan Aceh
Erwin, S.IAN.

Erupsi, Lokasi Wisata Gunung Tangkuban Parahu Ditutup

0
eruspsi gunung tangkuban perahu

#Berbahaya Pesawat Melintas

LHOKSEUMAWE- Pasca erupsi Gunung Tangkuban Parahu, Jum’at sore, Pemerintah Daerah setempat telah menutup Kawasan Wisata disana.  Sementara itu, pantauan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) jatuhan abu vulkanik mencapai radius 1 – 2 km. Distribusi abu teramati di Desa Jayagiri, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat.

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Barat mendapatkan informasi dari warga di Kecamatan Cisarua bahwa abu mengarah ke sana. Sedangkan laporan dari BPBD, abu erupsi tidak terlihat dari kantor BPBD Bandung Barat yang berjarak 17 – 20 km dari gunung.

Demikian informasi yang diterima Aceh24.com dari keterangan tertulis dikeluarkan oleh Agus Wibowo, PlhKepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB Jum’at (26/7) menjelang malam.

Selain itu, Badan Geologi mengeluarkan peringatan bahaya bagi pesawat yang melintas di sekitar wilayah gunung atau Volcano Observatory Notice for Aviation (VONA). Notifikasi VONA berwarna oranye mengindikasikan lontaran abu masih berada di bawah 1.000 kaki. Level ini dapat membahayakan penerbangan. VONA juga menyebutkan distribusi abu vulkanik mengarah ke timur laut dan selatan.

Terkait dengan fenomena erupsi ini, PVMBG sedang mengevaluasi status Gunung Tangkuban Parahu yang berada pada level I (Normal). Pada status ini, PVMBG merekomendasikan sebagai berikut:

 

  1. Masyarakat di sekitar Gunung Tangkuban Parahu dan pengunjung, wisatawan, pendaki tidak diperbolehkan turun mendekati dasar kawah Ratu dan Kawah Upas dan tidak boleh menginap dalam kawasan kawah-kawah aktif yang ada di dalam kompleks Gunung Tangkuban Parahu, serta ketika cuaca mendung dan hujan dikarenakan terdapatnya gas-gas vulkanik yang dapat membahayakan kehidupan manusia.

 

  1. Masyarakat di sekitar Gunung Tangkuban Parahu, pedagang, wisatawan, pendaki, dan pengelola wisata Gunung Tangkuban Parahu agar mewaspadai terjadinya letusan freatik yang bersifat tiba-tiba dan  tanpa didahului oleh gejala-gejala vulkanik yang jelas.

Sebelumnya PVMBG melaporkan bahwa Gunung Tangkuban Parahu yang terletak di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, mengalami erupsi pada Jumat (26/7), pukul 15:48:18 WIB. Kolom abu teramati dengan ketinggian kurang lebih  200 m di atas puncak.

Asap tebal warna kelabu tebal  dan abu mengarah ke Timur – Utara – Selatan. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 38 mm dan durasi 5 menit 30 detik.

Masyarakat di sekitar gunung untuk tetap tenang dan tidak terpancing oleh isu-isu yang tidak benar, serta memonitor peringatan maupun informasi dari pemerintah daerah atau Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat. Aceh24.com

 

Badan Siber dan Sandi Gelar Roadshow

0
Foto : Roadshow Badan Siber dan Sandi Nasional yang berlangsung di Kampus Universitas Medan Area, Sabtu (20/7). ist

LHOKSEUMAWE- Badan Siber dan Sandi Nasional (BSSN) gelar roadshow dan edukasi ke masyarakat tentang kesadaran keamanan data pribadi di gelanggang serbaguna Universitas Medan Area,  kampus 1 UMA, Sabtu (20/7).

Roadshow edukasi ke masyarakat tentang kesadaran keamanan data pribadi di isi oleh tiga pemateri yaitu Direktur Proteksi Ekonomi Digital (BSSN) Anton Setiyawan tentang bagaimana melindungi data pribadi dari kecurangan – kecurangan teknologi informasi.

Pemateri selanjutnya di isi oleh Dr. Roslina dari Dosen Politeknik Negeri Medan yang membahas tentang bagaimana pemanfaatan teknologi informasi secara tepat dan menjadikan teknologi informasi sahabat dalam kehidupan sehari – hari.

Pemateri pamungkas di isi oleh Dr. Dahlan Abdullah, ST, M.Kom, IPU yang membahas bagaimana aksi kaum miliniel dalam menghadapi teknologi informasi, cara menanggulangi kecurangan – kecurangan teknologi informasi, perkembangan internet masa depan.

Demikian keterangan pers yang diterima Aceh24, Minggu (21/7).

Sesi lainnya dilanjutkan dengan pertanyaan dari 6 pertanyaan dari para peserta, kegiatan tersebut gratis bisa diikuti oleh siapa saja, panitia menyediakan gif atau marchandise sebanyak 750 sementara antusias mahasiswa dan masyaratakat yang melakukan registrasi hingga berjumlah 1250 orang hingga memenuhi aula dari universitas medan area.

Yang menariknya disela – sela pemateri memberikan materi, panitia atau even organizer yang didatangkan dari jakarta selalu mengajak peserta untuk senantiasa memberikan luckydraw yang menambah antusiasme para peserta untuk tidak beranjak dari aula.

Di akhir sesi materi Dr. Dahlan Abdullah, ST, M.Kom, IPU mengajak seluruh peserta untuk mempratekkan bagaimana cara membatasi aplikasi media sosial whatapps dengan sistem keamanan two-step verification yang diikuti oleh seluruh peserta.

Sementara itu, Rektor Universitas Malikussaleh  Dr. Herman Fithra, ST, MT, IPM sangat mendorong para dosen dilingkungan Unimal untuk terus berkiprah secara nasional. Dan hal ini sudah dibuktikan oleh Dr. Dahlan Abdullah, ST, M.Kom, IPU bahwa dosen unimal mampu untuk berdiri sejajar dengan para pemateri – pemateri yang memiliki level nasional bahkan internasional melalui berbagai seminar atau conference yang diadakan diluar negeri.

Lebih lanjut disebutkan, seperti baru – baru ini Rektor Unimal, Dr. Herman Fithra, ST, MT, IPM yang telah mempresentasikan tulisan atau paper nya di ISIC 2019 di Nottingham London.

Dan, dalam waktu dekat juga Dr. Dahlan Abdullah, ST, M.Kom, IPU akan bertolak menuju Negara Jepang tepatnya di Fukuoka untuk mempresentasikan makalahnya di Conference Sain yang berkolaborasi dengan beberapa negara. Aceh24.com

 

Foto : Roadshow Badan Siber dan Sandi Nasional yang berlangsung di Kampus Universitas Medan Area, Sabtu (20/7). ist

Terpopuler

Hutan Dirambah 264 Ribu Jiwa Terancam Krisis Air

LHOKSEUMAWE-Gerakan Masyarakat Pasee Peduli Air (GEMPUR) menggelar aksi di kawasan Taman Riyadah, Lhokseumawe, Kamis (15/8) terkait penguasaan lahan hutan mencapai 10.384 hektar di Aceh...