400 Kg Sabu Masuk Aceh Rentang Dua Bulan

0
6
loading...
F : Kasubdit Narkotika Sistetis Direktorat Narkotika Deputi Pemberantasan BNN Republik Indonesia, Kombes Pol Iwan Ika Putra, S.ik, bersama Komandan Lantamal 1 Laksamana Pertama TNI Ali Triswanto, SE, MSi dan Bupati Aceh Utara, H Muhammad Thaib saat konfrensi pers TNI AL gagalkan 50 kg sabu asal Thailand, Selasa (19/3/2019). Aceh24.com

LHOKSEUMAWE-Kasubdit Narkotika Sistetis Direktorat Narkotika Deputi Pemberantasan BNN  Republik Indonesia, Kombes Pol Iwan Ika Putra, S.ik, menyebutkan pergerakan jaringan narkotika memasukkan sabu ke Aceh dalam dua bulan terakhir mencapai 400 kg.

“Kalau diperkirakan untuk dua bulan terakhir ini dari wilayah Aceh Utara, Aceh Timur dan Tamiang , 300 sampai 400 kg sabu ada masuk,” ungkap Iwan.

Disinggung apakah adanya kelemahan aparat dalam mencegah masuknya sabu ke Aceh ?  Menurut Iwan, terlalu banyak jalur-jalur  anak sungai yang dipergunakan  sebagai jalur masuk bagi mereka.

Selain itu, jaringan ini mewaspadai diri dan saling pantau. “Sehingga kita kalau dari darat untuk mencover ke situ kita sudah keduluan tercium,” katanya.

Dijelaskan lagi, pihaknya akan mengintrograsi,  bekerjasama dengan Angkatan Laut,kemudian  tersangka akan dibawa ke Jakarta untuk dikembangkan.

Sekedar mengingatkan, Tim F1QR Lanal Lhokseumawe, Lantamal 1 Koarmada berhasil menggagalkan upaya penyeludupan sabu seberat 50 kg atawa senilai Rp 100 miliar.

Penangkapan berlangsung di dua kapal boat terpisah dengan posisi koordinat 05 14 00 LU-097 07 000 BT dan 05 13 00 LU-097 06 00 BT.

Ini sabu type A yang nilainya Rp 2 miliar sekilo, kata Komandan Lantamal 1, Laksamana Pertama TNI Ali Triswanto, SE, M.Si menjawab wartawan saat konfrensi pers, Selasa petang di Mako Lanal, Pulo Rungkom, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara.

Selain mengamankan empat tersangka, Tim F1 QR Lanal Lhokseumawe, juga menemukan satu pusuk senjata api merk Pietro Beretta (Italy) no seri H 32824Z. Kemudian amunisi cal 9 mm sebanayak 7 butir. 4 Hand Phone. Satu adalah Handphone satelit merek Thuraya, GPS dan dua unit boat.

“Sabu asal Thailand seberat 50 kg. Ini kita dapat informasi dari masyarakat yang melihat adanya kecurigaan. Tentunya menyikapi hal itu, tim patrol rutin Lanal di perairan Lhokseumawe, mendapati kapal boat yang mencurigakan dan memutuskan untuk melakukan pengejaran dengan melibatkan Sea Rider hasilnya dua boat bisa dihentikan,” kata Ali Triswanto

loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.