20.2 C
Aceh
25 Januari 2021
Aceh24
Nusantara

4.628 Jiwa Mengungsi Pascaerupsi Gunung Ili Lewotolok

LHOKSEUMAWE – Sebanyak 4.628 jiwa mengungsi pascaerupsi Gunung api Ili Lewotolok di Kabupten Lembata, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) . Ada tujuh titik jadi lokasi pengungsian. 

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lembata, menyebutkan tidak ada korban jiwa akibat erupsi. Adapun titik lokasi pengungsi yang terbesar berada di Kantor Bupati lama sebanyak 3.672 jiwa, Kantor BKD PSDM 338 jiwa, Tapolangu 287 jiwa, Aula Ankara 148 jiwa, Kelurahan Lewoleba Tengah 140 jiwa, lapangan Harnus 28 jiwa dan Desa Baopana 15 jiwa.  

Demikian informasi diperoleh dari Dr. Raditya Jati, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Senin (30/11).

Disebutkan, saat terjadi erupsi, BPBD setempat segera melakukan evakuasi warga. BPBD Provinsi NTT pun membantu pemerintah daerah (pemda) untuk membantuk pos komando guna melakukan upaya penanganan darurat. Termasuk pelayanan kesehatan dan membantu dapur umum serta penyediaan air bersih. 

Berdasarkan kaji cepat di lapangan, kebutuhan mendesak untuk penanganan darurat berupa tenda pengungsian, penyediaan air dan sanitasi, kebutuhan bayi dan balita, masker, selimut, alas tidur dan terpal serta dukungan personel untuk pendampingan anak-anak. 

Pemda mengupayakan penerapan protokol kesehatan dalam penanganan pengungsian. Untuk mendukung protokol kesehatan, BPBD membutuhkan alat pelindung diri, seperti masker. 

                                Rekomendasi PVMBG

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyampaikan beberapa rekomendasi terkait dengan kenaikan status vulkanik Gunung Ili Lewotolok. 

Menyikapi kenaikan aktivitas vulkanik, PVMBG merekomendasikan beberapa hal, antara lain, pertama, masyarakat di sekitar gunung maupun pengunjung, pendaki atau wisatawan tidak melakukan aktivitas di dalam radius 4 km dari kawah puncak. 

Kedua, penggunaan masker maupun perlengkapan lain untuk melindungi mata dan kulit. Ini direkomendasikan untuk menghindari dampak abu vulkanik yang mengakibatkan gangguan pernapasan akut maupun gangguan kesehatan lain. 

Ketiga, PVMBG mengingatkan abu vulkanik saat ini jatuh di beberapa sektor di sekeliling Gunung Ili Lewotolok. Oleh karena itu, masyarakat yang bermukim di sekitar aliran sungai-sungai yang berhulu di gunung ini untuk mewaspadai potensi ancaman bahaya lahar, terutama di musim hujan. 

Saat ini, potensi bahaya Gunung Ili Lewotolok berupa lontaran batu atau lava pijar ke segala arah, hujan abu lebat yang penyebarannya dipengaruhi arah dan kecepatan angin, awan panas khususnya ke arah bukaan kawah, yang berada di sisi tenggara. Selain itu, bahaya lain berupa longsoran material lapuk yang berada di kawah puncak ke arah tenggara maupun lahar di sungai-sungai yang berhulu dari puncak gunung.

Sebelumnya diinformasikan, Gunung api Ili Lewotolok yang berada di Kabupaten Lembata, Provinsi Nusa Tenggara Timur mengalami erupsi pada Minggu (29/11), pukul 09.45 waktu setempat. Tinggi kolom erupsi mencapai 4.000 meter di atas puncak. Berdasarkan pantauan PVMBG, teramati kolom abu kelabu tebal condong ke arah timur dan barat. Aceh24.com

Related posts

Polisi Amankan Jalur Lebaran Kawasan Gunung Merapi Bener Meriah

Redaksi Aceh24

BNPB Fenomena MJO 15 Kabupaten di Jawa Timur Banjir

Redaksi Aceh24

Honor 852 Geuchik Aceh Utara, Rabu Sore Masuk Rekening

Redaksi Aceh24