AcehBerita Foto

Modus Minta Sumbangan Dayah, Rumah Dirampok—Istri Korban Diikat

Polisi mendatangi rumah korban perampokan di Gampong Meunasah Manyang,Lhoksukon, Rabu (11/10) Ist

Modus Minta Sumbangan Dayah, Rumah Dirampok

# Istri Korban Diikat, Mulut Dilakban

LHOKSUKON-Aksi perampokan dengan modus meminta sumbangan untuk dayah mengejutkan masyarakat Lhoksukon, Aceh Utara. Kenapa tidak ?  Sudah ludes harta benda, malahan istri korban diikat pula. Peristiwa ini terjadi menimpa Yusfandi (34) warga Gampong Meunasah Manyang, Lhoksukon, Rabu (11/10).

Kronologis, sekitar pukul 09.30 WIB, istri Yusfandi yaitu Cut Halimahtuksadiah sedang melakukan pekerjaan rutin membersihkan rumah. Namun, saat korban sedang membersihkan bagian kamar tiba-tiba pelaku perampokan sudah masuk ke dalam rumah. Tak itu saja, pelaku juga sudah berada di depan pintu kamar istri Yusfandi.

Melihat ini, mau tak mau korban bertanya ada apa gerangan. Saya mau meminta sumbangan untuk dayah. Hanya sayang, korban lupa nama dayah yang disebutkan walaupun pelaku sekaligus menyuruh membaca surat bukti minta sumbangan yang dibawa korba.

Disebutkan sumber Kepolisian Polres Aceh Utara, setelah membaca surat sumbangan yang dibawa pelaku korban langsung tidak sadarkan diri.

Selanjutnya pelaku perampokan membawa korban ke dapur dan mengikatkan korban di kaki meja dapur dengan mengunakan lakban warna hitam.

Sudah diikat, mulut pun ditutup pakai lakban. Setelah tak ada perlawanan, pelaku baru beraksi dengan menguras harta benda Yusfandi berupa emas dalam bentuk gelang,cicin,dan kalung seberat 7,5 mayam. Dan uang tunai Rp 2,5 juta.

Dari hasil keterangan saksi dan korban bahwa  ciri-ciri pelaku memakai kemeja pendek warna hitam,memakai kopiah warna hitam,tinggi kira 170 cm,rambut lurus,kulit hitam, ujar Kasubbag Humas Polres Aceh Utara, AKP Muhammad Jafar, kepada Aceh24.com

 

Foto : Rumah korban perampokan di Gampong Meunasah Manyang, LT , Lhoksukon, Rabu (11/10). Aceh24.com/Ist

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button
%d blogger menyukai ini: