Aceh

Geuchik Dikecam Soal Proyek APBG

 

: Inilah salah satu program jalan terobosan dan pengerasan yang memanfaatkan dana APBGampong, Blang Pohroh, Nisam Antara, Rp 199 juta lebih yang menui protes karena dituding geuchik menentukan program tanpa musyawarah terlebih dahulu dengan warganya. Foto Aceh24

Dituding tak Libatkan Masyarakat :

Geuchik Dikecam Soal Proyek APBG

NISAM ANTARA-Sekitar 15 warga Gampong Blang Pohroh, Kecamatan Nisam Antara, Kabupaten Aceh Utara, mengecam Geuchik Faisal Fawazi , karena dinilai dalam menentukan arah program pembangunan gampong  memanfaatkan anggaran APBG Tahun 2017 tidak melakukan musyawarah dengan masyarakat.  Bentuk protespun dilakukan dengan mendatangi kantor camat di Alue Dua, Jum’at (22/9).

Tak itu saja, sampai-sampai  warga pun menilai dana gampong yang masuk, seolah-olah milik geuchik pribadi. Dan, dengan  seenaknya Geuchik Faisal Fawazi menentukan apa yang akan dikerjakan.

“Tidak ada koordinasi atau musyawarah dalam menentukan program gampong. Tidak ada musyawarah sama sekali dengan masyarakat,” kata Ramli kepada Aceh24 di Alue Dua.

Ditempat terpisah,  Geuchik Blang Pohroh, Faisal Fawazi dengan nada tegas menyangkal semua tudingan warga tersebut.

“Semua yang akan dilaksanakan dengan memanfaatkan dana APBG terlebih dahulu kita lakukan rapat di meunasah,” kata Faisal.

Sementara itu, kepada Aceh24, Ramli salah seorang warga yang melakukan aksi mendatangi kontor camat mengatakan  salah satu  program yang menjadi sorotan masyarakat ini adalah pembuatan jalan terobosan dan pengerasan di Dusun Mon Tgk Chik.

“Itu jalan memang panjang ada 2 kilometer. Sebagian, bukan jalan terobosan.  Jalan Itu memang sudah lama ada.  Jadi yang dikerjakan  saat ini hanya sekitar 700 meter,” ungkap dan dibenarkan  Ali warga Dusun Cot Kaya Adang.

Lebih lanjut disebutkan, pengerasan jalan dengan nilai APB Gampong  Blang Pohroh Tahun Anggaran 2017 sebanyak Rp 199.468.000, dilaksanakan tanpa compek. “Setelah ditimbun tasirtu,  diratakan begitu saja. Tanpa compek. Ya, sesuka geuchik layaknya sebagai raja memiliki titah,” kata Ramli.

Sekedar mengingatkan, untuk kebutuhan tasirtu sesuai rab gampong Blang Pohroh untuk pengerasan jalan ukuran lebar 3 meter itu, membutuhkan sebanyak 1.050 m2 dengan biaya Rp 131.250.000.

Di rab juga disebutkan untuk sewa alat motor greder 40 jam mencapai angka Rp 21 juta lebih. Dan sewa alat excavator  selama 29 jam Rp 16.356.000, ungkap Ramli.

“Kekecewan kita, cuma geuchik ngak mau musyawarah saja dengan masyarakat.  Itu yang kami sesalkan. Bukankah dana gampong untuk kesejahteraan rakyat setempat dan harus melalui musyawarah,” tambah Ali mengakhiri pembicaraan.

Sedangkan kehadiran  15 warga Gampong  Blang Pohroh itu, diterima oleh Kasi PMG dan Kasi pemerintahan Kantor Camat Nisam Antara.

 

Musyawarah

 

Aksi  yang diklaim 15 warganya, Geuchik Blang Pohroh, mentah –mentah membantahnya. “Kita musyawarah melalui rapat di meunasah gampong. Berita acara ada. Foto rapat juga ada,” ujar Faisal.

Menurut dia, kehadiran sebagian warganya itu tidak beralasan. Sebab, proyek jalan terobosan dan pengerasan sepanjang 2 km kita lakukan sesuai hasil rapat beberapa waktu lalu di meunasah Blang Pohroh.

“Diberita acara ada tekenen Ketua tuha Puet, Sekretaris Tuha Puet juga anggota Tuha Puet,” paparnya sembari menyatakan jalan itu memang belum siap. Kalau tidak hujan, akan dilakukan pengerjaan lagi. (ung)

 

Foto : Inilah salah satu program jalan terobosan dan pengerasan yang memanfaatkan dana APBGampong, Blang Pohroh, Nisam Antara, Rp 199 juta lebih yang  menui protes karena dituding geuchik  menentukan program tanpa musyawarah terlebih dahulu dengan warganya.  Foto Aceh24

Related Articles

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button
%d blogger menyukai ini: