24 C
Aceh
24 Oktober 2020
Aceh24
Nusantara

14.483 Jiwa Mengungsi dan 36 Meninggal

14 ribu jiwa lebih terpaksa mengungsi dan 36 meninggal pasca banjir bandang terjang Kabupaten Luwu Utara, BNPB

LHOKSEUMAWE– Sekitar 14.483 jiwa atau 3.627 Kepala Keluarga (KK)  terpaksa mengungsi dan 36 orang meninggal pasca banjir bandang terjang tiga kecamatan di Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan.

Demikian Pusat Pengendali Operasi BNPB mencatat per hari ini, Jumat (17/7), pukul 17.30 WITA, dalam keterangan pers malam ini, pasca banjir bandang di Kecamatan Sabbang, Baebunta dan Masamba dalam siaran persnya.

Disebutkan, jumlah penyintas yang tercatat BPBD Kabupaten Luwu Utara, tersebut, belum termasuk jumlah mereka yang mengungsi di wilayah Kecamatan Baebunta Selatan, Malangke dan Malangke Barat. BPBD setempat masih melakukan pendataan di lapangan.

Sedangkan, penanganan darurat terhadap para warga yang mengungsi dilakukan oleh pemerintah daerah dibantu dengan mitra terkait lainnya, seperti Palang Merah Indonesia. Sebagian mereka berada di enam pos komando taktis di Radda, Masamba, Bone, Bone Tua dan Kantor Bupati Luwu Utara.

BPBD setempat mengidentifikasi kebutuhan mendesak untuk warga terdampak berupa air bersih, obat-obatan, pakain dalam wanita, popok balita dan lansia, selimut, sarung, peralatan pembersih rumah, family kits dan masker.

Sementara itu, data korban per hari ini (17/72020), Basarnas mencatat 36 orang meninggal dunia dan 16 lainnya dalam pencarian. Upaya pencarian dan evakuasi korban yang masih hilang, Tim SAR Gabungan di bawah komando Basarnas menerjunkan 539 personel, sedangkan total potensi berjumlah 1.001 personel.

Pendataan sementara untuk kerugian material bangunan hingga hari ini mencakup rumah terdampak 4.202 unit, mikro usaha 61, tempat ibadah 13, sekolah 9, kantor pemerintah 8,  fasilitas kesehatan 3, fasilitas umum 2 dan pasar traditional 1.

Sedangkan kerugian infrastruktur meliputi jalan terdampak sepanjang 12.8 km, jembatan 9 unit, pipa air bersih 100 m, bending irigasi 2 unit. Akses beberapa jalan poros, seperti Masamba – Baebunta dan jalan di Kecamatan Sabbang menuju Desa Malimbu masih tertimbun lumpur dan hanya dapat dilalui roda dua.

Kerusakan jaringan pipa air bersih PDAM mengakibatkan suplai air sulit bahkan PDAM masih belum beroperasi. Pada infrastruktur jaringan listrik belum semua beroperasi, terdapat beberapa titik masih padam. Sedangkan jaringan komunikasi belum stabil.

Banjir juga merusak lahan produktif berupa lahan pertanian dan persawahan seluas 460 hektar.

Terkait dengan kejadian, sebelumnya Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan telah memberikan analisis penyebab banjir bandang yang menerjang beberapa kecamatan pada Senin lalu (13/7). Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) mengidentifikasi beberapa faktor penyebab banjir tersebut.

Analisis tim LAPAN berdasarkan citra satelit Himawari-8 menyebutkan bahwa hujan dengan intensitas yang cukup lama pada 12 Juli 2020 dari sekitar jam 22.00 WITA sampai jam 6.00 WITA tanggal 13 Juli 2020. Kemudian pada siang hari (13/7) sekitar jam 13.00 WITA kembali terjadi hujan dengan intensitas yang lama sampai malam hari ketika terjadi bencana banjir bandang.

Menurut analisis tersebut, curah hujan membawa pengaruh yang signifikan sebagai pembawa material lumpur dan ranting pohon dari wilayah hulu sungai.

Selain itu, struktur geomorfologi dan geologi Kabupaten Luwu Utara menunjukkan bahwa wilayah hulu Sungai Sabbang, Sungai Radda dan Sungai Masamba merupakan perbukitan yang sangat terjal dan kasar. Kondisi tersebut terbentuk dari patahan-patahan akibat proses tektonik pada masa lalu.

Analisis Lapan menginformasikan, banyaknya patahan yang terdapat di wilayah ini menyebabkan struktur batuan atau tanahnya tidak cukup kuat untuk mempertahankan posisinya. Kemudian kondisi ini menyebabkan mudah longsor dan apabila terakumulasi dapat terjadi banjir bandang, pungkas  Raditya Jati Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB. Aceh24.com

 

Related posts

Sekjen PBB dan JK Kunjungi Warga Gempa Sulteng

Redaksi Aceh24

120 Pendaki Selamat, Merapi Meletus

Redaksi Aceh24

Purnama 24 jam lagi sebelum Supermoon

Redaksi Aceh24