Aceh

1.015 Liter Pertamax Dikuras di Kapal Tanker Pelabuhan Pertamina Lhokseumawe

# 5 Tersangka Diamankan

LHOKSEUMAWE-Jajaran Polres Lhokseumawe, berhasil membekuk 5 tersangka yang diduga menguras bahan bakar minyak (BBM) jenis pertamax sebanyak 1.015 liter saat kapal MT Garuda Asia sandar di pelabuhan Depot Pertamina Regional II, Lhokseumawe, Rabu (3/3).

Hal itu diungkap Kapolres Lhokseumawe, AKBP Eko Hartanto kepada sejumlah wartawan saat berlangsung konferensi pers di Gedung Serba Guna Mapolres eetempat, Kamis sore (4/3).

Menurut Eko Hartanto, kegiatan ini sebagai bentuk informasi kepada masyarakat terkait berhasilan jajaran Polres Lhokseumawe dalam mengungkap kasus dugaan penipuan dan penggelapan dimaksud.

Awal mengungkap kasus ini, sekira pukul 00.30 WIB, Rabu (3/3) sedang berlangsung perpindahan bahan bakar minyak dari kapal tanker Garuda Asia ke Depot Pertamina Lhokseumawe.  Selanjutnya datang seorang tersangka  inisial RG (36) warga Desa Hagu Selatan, Kecamatan Banda Sakti, Lhokseumawe . Saat bertemu dengan petugas pengawas, RG mengatakan sudah mendapat izin dari Chief Officer (CO) kapal guna keperluan bagi pemuda setempat.

Padahal, kata-kata yang disampaikan RG adalah bohong atawa tidak benar. Ini berdasarkan pengakuan CO dan juru pompa, ujar kapolres.

Akibatnya RG CS berhasil membawa 29 jerigen berisi Pertamax. Ukuran satu jerigen berisi 35 liter pertamax.

Barang bukti diamankan satu unit kapal speed boat warna merah yang digunakan untuk mengangkut minyak dari kapal ke darat dan 29 jerigen berisi pertamax.

Sementara pasal pidana yang diterapkan, tambah Kapolres Eko Hartanto, Pasal 372 Jo Pasal 378 KUH Pidana dengan ancaman pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun.

Adapun masing-masing tersangka RG (36), MD 26), DI (36), MS (37) dan FR (41).  Namun, seorang lagi inisial HS meninggal dunia setelah mencoba kabur dengan jalan loncat dari kapal ke laut  saat aparat keamanan menggerebek lokasi.  Menjelang sore ditemukan sudah tidak bernyawa lagi.

Seperti pemberitaan sebelumnya,     Kepala depot Pertamina Regional II Lhokseumawe, Bunair angkat bicara setelah berulang kali dikonfirmasi terkait dugaan terjadi pencurian minyak milik pertamina yang diangkut sebuah kapal tanker.

Menurut Bunair kapal tersebut bukan milik perusahaan plat merah. Tetapi kapal kontak yang sedang berlabuh ditengah laut.

Lebih lanjut dikatakan, permasalahnya sedang ditangani oleh pihak yang berwajib. “Nama kapal MT Garuda Asia,” kata Bunair.

Suara tembakan ke udara sempat terdengar agar pelaku tidak melarikan diri. Hanya saja, seorang yang mencoba menyelamatkan diri dengan jalan mencebur ke laut. Tapi, tak kunjung timbul. Akhirnya pukul 15.22 WIB baru ditemukan  dengan kondisi sudah tidak bernyawa lagi.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button
%d blogger menyukai ini: